Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Taput Bontor Hutasoit. (Palapa Pos/Alpon Situmorang)
TAPUT - Empat hari pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di Kabupaten Tapanuli Utara berjalan lancar. Tidak ada kejadian khusus yang mengganggu dari sisi protokol kesehatan ataupun metode tata laksana pembelajaran yang diijinkan di zona hijau. Untuk monitoring internal tiap sekiolah wajib membentuk satuan tugas (satgas).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara Bontor Hutasoit di ruang kerjanya, Jumat (9/4/2021) membenarkan pihaknya meminta sekolah bentuk satgas. Ada tiga tim yang tergabung dalam satuan tugas sekolah dengan berbagai tugas. Tim pertama mengontrol pembelajaran psikososial dan tata ruang. Tim kedua mengurusi kesehatan, keamanan, dan kebersihan. Sedangkan tim ketiga untuk pelatihan dan humas.
" Jadi selama dua minggu mereka dilatih cara penerapan protokol kesehatan. Menggunakan thermogun, pengukuran suhu tubuh yang tepat, hingga kesiapan lokasi ataupun posisi standar tempat cuci tangan oleh tenaga kesehatan," sebutnya.
Setelah dua minggu, mereka akan dilepas namun pihak sekolah diharapkan tetap punya akses ke tenaga medis ataupun kesehatan bila terjadi sesuatu hal di luar kendali.
Pelaksanaan tatap muka terbatas, lanjut Bontor, mendapat sambutan positif dari orangtua, murid, dan guru. "Mereka antusias karena sudah setahun tidak ada belajar tatap muka. Kita minta mereka tegas dalam penerapan protokol kesehatan. Bila terjadi kasus baru pasti sekolah ditutup kembali," katanya.
Vaksinasi belum optimal
Terkait vaksinasi Covid 19 bagi tenaga pengajar, Bontor menyebutkan masih sebatas kepala sekolah dan korwil. "Makanya kita tegaskan prokes dijalankan menunggu semua divaksin. Walaupun sudah divaksin tetap juga harus menjaga protokol kesehatan," pungkasnya. (Als)
penulis: alpon
editor: jay





Comments
Leave a Comment