Bupati Taput Nikson Nababan. (Palapa Pos/Alpon Situmorang)
TAPANULI UTARA – Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan menyerukan kepada sejumlah guru dan tenaga pendidik agar memanfaatkan peran media sosial sebagai sarana edukasi.
"Guru, dosen yang semuanya masuk kategori tenaga pendidik harus bisa memanfaatkan media sosial sebagai ajang edukasi serta memberikan informasi positif yang membangun. Bukan malah menjadi ajang mencari kesalahan ataupun aib orang dengan sengaja mempertontonkan secara luas," ujarnya disela agenda pengukuhan pengurus PGRI Tapanuli Utara yang dihelat di Sopo Partukkoan Tarutung Tapanuli Utara, Rabu (14/4) 2021.
Menurutnya, media sosial juga harus bisa dipakai sebagai sarana pendidikan semisal guru matematika membuat rumus ataupun solusi mengerjakan soal yang sulit di media sosial. "Ini sangat baik dilakukan terutama ditengah Pandemi Covid 19 apalagi anak didik kita masih ada yang belajar daring,"kata Nikson.
Lebih jauh kata dia, pihaknya berharap tugas guru dapat mengajarkan anak didiknya idealis berbangsa dan bernegara.
" Jika kita ingin membangun suatu peradaban yang unggul ajarkan mereka idealis kepada bangsa dan negara, berkreasilah dan berinovasi sehingga anak-anak kita bisa maju kedepannya melalui apa yang kita ajarkan" tambah politisi PDI Perjuangan ini.
Dihadapan Ketua PGRI Sumut Abdul Rahman Siregar, Sekretaris Usman Sinaga, Kacabdis Humbang Hasundutan Provinsi Sumut, Kadis Pendidikan Taput, Bontor Hutasoit mengapresiasi dukungan PGRI soal pendirian Untara.
" Kalau saja Untara ada disini, uang kita tidak akan keluar untuk menyekolahkan anak-anak kita. Bahkan orang akan datang bawa uang kemari dari berbagai suku dan agama, akan ada peradaban yang baru serta maju didaerah ini," serunya.
Ini yang akan diperjuangkan sebut Nikson bagaimana selaku Kepala Daerah bertanggung jawab atas kemajuan wilayahnya.
" Katanya Saya serobot sana serobot sini, itu masih satu lembaga pemerintahan. Saya punya visi misi lumbung sumber daya manusia berkualitas, lumbung pangan dan daerah wisata. Saya berpikir jalan pintas untuk itu ya buat Universitas Negeri, ternyata terganjal moratorium makanya kita coba tingkatkan Institut yang ada kejenjang lebih tinggi yakni Universitas Negeri Umum," sebutnya yang disambut riuhan tepuk tangan guru.
Dalam kesempatan itu, Nikson juga menyoroti zonasi yang diterapkan untuk penerimaan pelajar.
"Sangat tidak tepat dan tidak adil. Makanya saya suarakan SLTA kembali menjadi kewenangan Kabupaten dan Kota karena ada rentang jauh kordinasi dari Provinsi," paparnya.
Untuk itu, Bupati bersama Kepala Daerah yang tergabung dalam APKASI menyuarakan pendidikan di Indonesia satu pintu dibawah Kemenristekdikti kecuali Kedinasan.
" Ini yang tengah coba direformasi Kementerian PAN RB yang kedepannya pendidikan diarahkan ke Vokasi ataupun kepada keahlian anak,"pungkasnya.(als)
Penulis : Alfonso Situmorang
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment