Penangkapan Munarman tanpa perlawanan (foto-cnn)
JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Komjen Pol Argo Yuwono membenarkan informasi penangkapan Munarman, Selasa (27/4/2021) sore.
"Iya benar. Diamankan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri." kata Argo.
Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.
Ditanya apakah penangkapan Munarman terkait dengan aktivitas baiat yang dilakukan tahun 2015 di Markas FPI di Makassar, Argo membenarkan. "Iya," jawab Argo.
BACA JUGA: Empat Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi dan Condet
BACA JUGA: Kapolri Apresiasi Keberanian Sekuriti Hadang Pelaku Bom Bunuh Diri
BACA JUGA: 13 Terduga Teroris Terkait Bom Makassar Ditangkap di Tiga Wilayah
Diuraikan, Densus 88 menangkap eks Sekretaris Umum FPI yang juga pengacara Rizieq Shihab itu di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. Munarman ditangkap terkait kasus tindak pidana terorisme.
Nama Munarman beberapa kali dikaitkan dalam penangkapan sejumlah teroris. Namun, Munarman sudah pernah membantah tuduhan itu. Dia menyatakan bahwa dirinya tidak terkait dengan hal tersebut.
Lebih detail, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebutkan, penangkapan Munarman dilakukan karena diduga terkait dengan tiga peristiwa baiat .
Dia menuturkan, Munarman diduga terlibat dalam aksi pembaitan di UIN Jakarta dan Makassar, Sulawesi Selatan.
Usai persitiwa penangkapan, Densus 88 juga menggeledah rumahnya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.
Ahmad Ramadhan mengatakan, proses penangkapan Munarman tanpa perlawanan. Munarman juga kooperatif saat dibawa ke Polda Metro Jaya.
"Tadi informasi ke saya proses ke Polda Metro Jaya. tidak asa perlawanan. Kooperatif," kata Ramadhan.
Munarman, pada Februari 2021, disebut oleh seorang terduga teroris Ahmad Aulia pernah ikut dalam kegiatan baiat jaringan ISIS di Makassar.
Ahmad Aulia pun mengakui telah berbaiat kepada kelompok teroris Negara Islam dan Suriah (ISIS) pimpinan Abu Bakr Al-Baghdadi. Ahmad yang disebut polisi juga anggota FPI Makassar itu ditangkap pada 6 Januari lalu. (jay)





Comments
Leave a Comment