Salah seorang warga Kedung Waringin yang tidak memiliki MCK.(PALAPAPOS/HAFIZ)
BEKASI – Persoalan sanitasi di beberapa bantaran sungai seperti Cibeet, Citarum, dan Kedung Waringin masih menjadi masalah bagi masyarakat sekitar bantaran kali Kecamatan Kedung Waringin. Hal itu tentu saja menjadi “PR’’ bagi aparatur setempat untuk segera memberikan solusi persoalan sanitasi tersebut.
Camat Kedung Waringin, Asan Asari kepada palapapos.co.id mengatakan, pihaknya akan membuat sejumlah WC umum untuk menggantikan jamban di pinggir kali dalam waktu dekat.
"Arah kesehatan kita selain pandemic juga pada kesehatan lingkungan dalam membiasakan hidup sehat. Kita sudah agendakan pembuatan WC di jalur bantaran sungai," katanya Kamis, 29/04.
Menurutnya, rencana pembangunan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) tersebut sudah disiapkan sebanyak 50 titik di tiga desa yang dilewati saluran air, yakni Desa Kedungwaringin, Desa Karangsambung, dan Desa Bojongsari.
"Nantinya WC akan dipindah ke halaman rumah warga dan tidak lagi berada di bantaran Sungai. Ini menjadi program Kecamatan 2021, berkerjasama dengan berbagai stakeholder," terang Asan.
MCK dinilai sangat dibutuhkan lantaran masih terdapat warga yang belum memiliki fasilitas MCK di rumahnya. "Kebanyakan warga sudah punya sumur, jadi airnya mudah dan bersih.
Tinggal WC permanen saja," tukasnya.
Selebihnya, kata dia, ada empat desa lainnya yang tidak dilewati bantaran sungai. Namun, dalam pemerataan kebersihan pihak Kecamatan Kedung Waringin menginstruksikan agar pembuatan WC segera dilakukan.
"Kita akan dorong dari anggaran yang ada di tiap desa. Jadi kan, empat desa ini gak dilalui sungai, namun ada beberapa empang yang memang digunakan warga. Jadi istilahnya cukup dari rumah saja,"tandasnya.(fiz)
Penulis : Hafiz
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment