Ketua penyelenggara BCF2018 Indro Kimpling sedang memaparkan kegiatan Borobudur Cultural Feast. PALAPA POS/Istimewa

MAGELANG - Festival kreasi penjor tradisional nusantara bakal meramaikan ‘Borobudur Cultural Feast’ di kawasan Candi Borobudur, kata Koordinator Pelaksana Borobudur Cultural Feast Indro Kimpling.

"Festival penjor merupakan sebuah ajang lomba kreativitas seni untuk membuat rancangan penjor dengan ciri khas tradisi nusantara," katanya di Magelang, Rabu (12/12/2018).

Ia menuturkan peserta lomba dibagi dalam dua kategori, yakni peserta dari desa-desa sekecamatan Borobudur terdiri atas 20 desa dan peserta umum meliputi wakil dari sekolah, komunitas, instansi pemerintah, instansi swasta, dan perseorangan.

Ia mengatakan dalam lomba ini peserta diminta untuk merancang kreasi penjor dengan standar ukuran bambu penjor pada umumnya. Penilaian penjor meliputi kriteria penampilan desain, artistik, dan kreativitas penggunaan bahan.

Bahan penjor dapat menggunakan kain bahan alam (kering, kayu, aksesoris, bahan bekas daur ulang). Penjor boleh menggunakan lampu penerangan mandiri atau tanpa sambungan sumber daya listrik.

Peserta desa masing-masing minimal membuat 10 penjor kreasi dengan desain berbeda untuk setiap penjor. Bahan materi pembuatan penjor diwajibkan untuk menggunakan bahan yang tahan lama serta dipasang.

Indro mengatakan penjor harus terpasang mulai 13-21 Desember 2018. Selain festival penjor, pada Borobudur Cultural Feast juga digelar festival bregada keprajuritan. Peserta festival bregada adalah kelompok dari semua desa di Kecamatan Borobudur, masing-masing minimal beranggotakan 20 orang dan satu komandan.

Ia menuturkan peserta wajib mengenakan kostum tradisi khas Borobudur dan mengikuti kirab dengan rute lomba di seputar Taman Lumbini Candi Borobudur. Borobudur Cultural Feast ketiga ini 90 persen ditangani oleh masyarakat borobudur.

"Tema Borobudur Cultural Feast ketiga adalah Hamemayu Haruming Borobudur, yang artinya kesyukuran tiada henti untuk Borobudur. Sebuah doa perenungan permohonan kepada Tuhan YME agar kisah kejayaan masa lampau dapat senantiasa terwujud pada masa sekarang sampai nanti," katanya.

Ia mengatakan pesona tontonan yang atraktif penuh kejutan akan menumbuhkan kesan mendalam bagi para penonton untuk selalu mencintai warisan kekayaan budaya leluhur bangsa Indonesia. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PMII STIES Mitra Karya Gelar Tradisi Munggahan

KOTA BEKASI - Menyambut bulan suci Ramadhan, para umat Islam di Indonesia biasanya gemar melaksanakan tradisi munggahan atau berkumpul dengan keluarga dan kerabat yang

Ribuan Keturunan Pomparan Sihotang Simarsoit Akan Penuhi Gedung Pertemuan Advent

KOTA BEKASI - Diperkirakan pada Senin (11/3/2024) mendatang, ribuan keturunan pomparan Sihotang Simarsoit, Boru, Bere dan Ibebere akan memenuhi

Memperat Tali Silaturahmi, Komunitas Suku Batak Gelar Pesta Bona Taon

KOTA BEKASI - Dalam rangka menyambut awal tahun sekaligus mempererat ikatan tali silaturahmi, komunitas suku Batak Sektor 3 Kampung Cerewet,

Ini Cara Ketua Kombas Mempertahankan Batik di Bekasi

KOTA BEKASI - Ketua Komunitas Batik Bekasi (Kombas), Barito Hakim Putra menjelaskan pihaknya memiliki strategi khusus agar masyarakat Kota Bekasi bisa terus melestarikan buday

Bupati Taput Buka Konsolidasi Tarombo dan Pembatasan Waktu Pelaksanaan Pesta Adat

TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan membuka pelaksanaan konsolidasi tentang tarombo (silsilah-red) Batak dan pembatasan waktu pelaksanaan pesta adat batak di

Ribuan Keturunan Sigodangulu Sihotang Hadiri Acara Doa Bersama

HUMBAHAS - Doa Bersama (Partangiangan Bolon) Pertama Pomparan Raja Sigodangulu Sihotang, Sabtu 05 November 2022 di Parlilitan berlangsung lancar dan meriah. Acara ini dih