Anggota FPHI Kab Bekasi bubuhkan cap jempol darah kepada Bupati dan Kadisdik Kab Bekasi.(PALAPAPOS/HAFIZ)
BEKASI – Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Korda Kab Bekasi terus melakukan perlawanan terhadap kezhaliman yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Carwinda. Kali ini aksi dilakukan dengan membubuhkan cap jempol darah sebagai bentuk kekecewaan. Aksi tersebu dilakukan di depan gedung Komnas HAM saat menyerahkan kelengkapan berkas.
Ketua FPHI Kab Bekasi, Andi Heryana mengatakan, sikap Kepala Dinas Pendidikan yang semena-mena membuat para guru honorer terus memperjuangkan hak nya. Ia mengimbau agar Kadisdik bisa membuang sikap arogan dan anti kritiknya agar persoalan cepat menemui solusi.
“Kepada Pak Carwinda buang sikap arogansi dan anti kritik mu itu jika ingin menyelamatkan Kabupaten Bekasi yang akan datang,” tegasnya.
BACA JUGA: FPHI Ingatkan Carwinda GTK Non ASN itu Legal
BACA JUGA: Lawan Kadisdik, FPHI Kab Bekasi Gandeng Komnas HAM
BACA JUGA: Komisi 1 Semprot BPKAD Kabupaten Bekasi
BACA JUGA: FPHI : Kadisdik Kab Bekasi Arogan
BACA JUGA: Empat Bulan Gaji Tak Dibayar, FPHI Serukan Perlawanan
Aksi cap jempol darah tersebut diwakili oleh 10 guru honorer yang ikut aksi long march ke istana presiden pekan lalu. Hal ini mereka lakukan dalam rangka suasana memperingati hari pendidikan nasional tahun ini.
“Masih dalam suasana hari pendidikan nasional, kami nyatakan sikap keras dengan membubuhkan cap jempol darah sebagai lambang kutukan keras atas belum adanya penyelesaian," tegasnya.
Andi berharap apa yang diperjuangkan guru honorer menjelang hari raya idul fitri ini mampu membuahkan hasil yang baik.
“Kepada Bupati Bekasi kami minta segera mengambil sikap atas masalah ini, jangan sampai ada pembiaran. Kami vokal dan lakukan aksi moral ini demi menciptakan good governance,” tutup Andi.
Penulis : Hafiz
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment