Sekretaris GP Ansor Kabupaten Bekasi, Himawan Abror
BEKASI – Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng mengalami overload (kepenuhan kapasitas) saat bulan Ramadan. Hal tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi kuwalahan mengatasi sampah yang berserakan di tempat pembuangan sampah liar.
Hal tersebut menyulut Sekretaris Gerakan Pemuda Anshor Kabupaten Bekasi, Himawan Abror.
Banyaknya tempat pembuangan sampah liar menjadi pertanyaan masyarakat. Apakah DLH sudah tidak mampu lagi mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Bekasi.
“Kalau hanya sebatas rencana, saat ini bukan jamannya lagi. Sebab, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Bekasi kan lumayan besar. Lalu, kenapa tidak mampu untuk membeli alat pengolah sampah menjadi tenaga listrik atau pupuk?,” tanyanya.
Belum lagi, kata dia, rencana terkait perluasan TPAS Burangkeng yang sudah oveload dengan alasan terkendala tata ruang itu sudah empat tahun yang lalu.
“Tapi anehnya, hingga saat ini belum ada solusianya dan rencana memanfaatkan teknologi juga belum terealisasi. Oleh sebab itu, perlu keseriusan Pemkab Bekasi dalam hal ini DLH untuk mengatasi persoalan sampah demi kepentingan masyarakat,” beber Himawan.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno mengakui pihaknya belum memiliki alat atau teknologi untuk menghancurkan sampah untuk diolah menjadi sumber tenaga listrik maupun pupuk.
“Memang untuk memperluas lahan di TPAS Burangkeng kami terkendala dengan peraturan tata ruang. Oleh sebab itu, harus melakukan inovasi dengan menggunakan teknologi,” tandas Peno singkat.(fiz)
Penulis : Hafiz
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment