Bupati Taput Nikson Nababan saat menerima dukungan tertulis Dewan Pendidikan transformasi IAKN menjadi UNTARA. (Palapa Pos/Alpon Situmorang)
TAPANULI UTARA - Keberadaan Universitas Negeri Tapanuli Raya (Untara) harus segera terwujud disuarakan Dewan Pendidikan Tapanuli Utara kepada Bupati Taput Nikson Nababan.
Rombongan Dewan Pendidikan dipimpin Ramlan Nababan diterima langsung Bupati dan didampingi Kepala Bappeda, Luhut Aritonang dan Kadiskes Alexander Gultom, Jumat, (7/5/2021) di rumah dinas guna menyerahkan petisi dukungan yang telah ditandatangani mayoritas pengurus.
Bupati Taput Nikson Nababan menyambut baik dukungan tertulis Dewan Pendidikan dengan menyebut bahwa keberadaan Untara dapat mewujudkan visi misi menjadi lumbung SDM yang berkualitas.
"Kita sama sama memahami betapa pentingnya pendidikan sebagai jendela dunia dan kemajuan suatu daerah,"ujarnya sambil memberikan pencerahan makna dibalik perjuangan Untara.
Salah satunya yakni, sektor ekonomi, jika semakin tinggi perputaran uang di suatu daerah maka semakin besar pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
"Sektor pendidikan salah satunya mampu memecahkan keterlambatan kemajuan perekonomian Tapanuli Raya dengan sebuah Universitas Negeri Umum. Caranya bagaimana kita berhenti mengekspor uang dan manusia produktif sehingga SDM kita yang berkualitas tetap tinggal disini untuk membangun,"tambah dia.
Nikson berharap Dewan Pendidikan bisa mengedukasi masyarakat hierarki tranformasi IAKN menjadi Untara.
"Moratorium pendirian Universitas Negeri belum dicabut dan ada proses, bila itu dilakukan karena di tangan politisi senayan untuk membahasnya kembali. Jika pun itu dicabut untuk membangun universitas baru butuh anggaran besar dan disituasi pandemi itu tidak dimungkinkan. Maka yang lebih tepat transformasi IAKN menjadi Untara di bawah kewenangan Kemendikbud Ristek Dikti. Vokasi ataupun riset dengan output nya bisa lebih bersaing di dunia kerja,"jelasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama Ketua Dewan pendidikan, Ramlan Nababan menyatakan dukungan disertai tanda tangan transformasi IAKN ke Untara telah melalui proses panjang.
"Dasarnya dorongan kepedulian dengan dunia pendidikan dan kemajuan Tapanuli Raya. Makanya kita ikut berjuang mengusulkan ke Presiden Joko Widodo dan Menteri terkait untuk mentransformasi IAKN menjadi Untara dengan syarat fakultas agama Kristen tetap ada di Untara,"kata Ramlan.
Senada juga disampaikan salah satu alumni STAKPN 2010 Sadadohape Matondang sangat mendukung Universitas Negeri Tapanuli Raya.
"Saya menyatakan ikut bergabung ketika sadar transformasi itu sangat positif setelah mendapat penjelasan latar belakang dan arah transformasi IAKN menjadi Untara,"sebut dia.
Mentransformasikan IAKN ke Untara suatu pekerjaan berat, untuk itu harus duduk bersama agar segera terwujud.
"Pengalaman saya sebagai alumni STAKPN secara nyata input dan output IAKN tidak berimbang, artinya kita lulus dari sana sebagai Teologia sangat sulit untuk kerja. Karena tidak kerjasama dengan denominasi gereja-gereja,"pungkas Sadadohape.(als)
Penulis : Alponso
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment