Kabid Ekonomi Pembangunan Balitbangda Kabupaten Bekasi, Indra Wahyudi.(PALAPAPOS/YUDHA)
BEKASI - Peristiwa tanah longsor yang terjadi di Kp Cicadas, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, sabtu lalu ditanggapi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi.
Kabid Ekonomi Pembangunan Balitbangda Kabupaten Bekasi, Indra Wahyudi mengatakan, ada beberapa point dari asesmen yang meliputi, baik jangka pendek, menengah dan panjang.
“Penilaian ini mesti disosialisasikan kepada masyarakat, terkait jangka pendek, masyarakat sekitar dilarang membangun di area tanah berlereng tersebut. Serta diimbau untuk tidak membangun sumur dangkal dan membuang sampah sembarangan,”katanya Selasa, (19/5/2021).
Sementara untuk jangka menengah, yaitu perlu ada penataan drainase lingkungan yang harus bekerjasama dengan kawasan industri, karena kejadian longsor di wilayah Sukaresmi itu berbatasan dengan kawasan industri.
“Kan air di atas bangunan akan mengalir ke kawasan industri, jadi sudah ada kerjasama dengan kawasan untuk membantu saluran airnya. Nah nanti ada penataan ulang supaya teratur, pembuatan terasering, kemiringan lereng serta pengurugan tanah,”ujar Indra.
Terakhir, kata dia, untuk jangka panjang yakni, menanam berbagai jenis pohonan yang bisa meminimalisir terjadinya longsor
“Untuk jangka panjangnya kami menilai pentingnya untuk menanam pohon sengon, durian, lengkeng, bambu, beringin dan lainya sebagainya. Tanaman itu fungsinya untuk penguatan lereng dengan tanaman tersebut. Selain itu juga merelokasi warga yang terkena dampak ke wilayah aman,"katanya.
Seperti diketahui, tanah longsor di Desa Sukaresmi, Cikarang Selatan, terjadi pada Sabtu (17/04/21) yang diakibatkan intensitas hujan tinggi yang menyebabkan belasan rumah warga rusak berat dan ringan. Selain itu 15 kepala keluarga terdampak dan 569 orang terpaksa mengungsi.
Penulis : Hafiz
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment