Kondisi pedagang di sekitar komplek Islamic Center Kota Bekasi mengeluhkan biaya sewa.(PALAPAPOS/YUDHA)
BEKASI – Pedagang kantin komplek Islamic Center Kota Bekasi yang dikelola Yayasan Nurul Islam mengeluh dengan pendapatan mereka yang menurun selama covid-19. Saat ini mereka harus berputar otak untuk bagaimana agar semua kebutuhan pribadi dapat terpenuhi, terutama untuk bayar sewa lahan dagang.
Salah satu pedagang di lingkungan tersebut mengatakan, semenjak covid-19 pendapatan menurun dan gak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ditambah lagi untuk biaya sewa lahan disini yang lumayan besar.
"Kami disini bayar sewa mas. Harga nya itu Rp 600.000 untuk bulan pertama hingga bulan ketujuh. Namun di bulan kedelapan kita bayar Rp 500.000 dan itu kita setor ke pihak Koperasi Syariah,"ujarnya seraya menolak namanya dipublikasikan.
BACA JUGA: Pengelola Islamic Center Kota Bekasi Bantah Abaikan PBB
BACA JUGA : Mahasiswa Tuding Pengelola Islamic Center Abaikan PBB
Dirinya pun menjelaskan nominal yang disebutkan hanya untuk harga sewa lahan, akan tetapi listrik dan air tidak dilibatkan dalam sewa lahan.
“Anggaran itu hanya untuk sewa lahan. Belum biaya listrik dan air,”tandsnya singkat.
Penulis : Yudha
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment