Puluhan wartawan yang bertugas di Polres Toba melakukan aksi damai menuntut pencopotan Kapolres Toba, Jumat (28/5). (Foto ist)
TOBA - Puluhan wartawan yang biasa liputan di Mapolres Toba melakukan aksi damai menuntut pencopotan Kapolres Toba, Jumat (28/5/2021), pukul 10.30 Wib.
Aksi ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan wartawan terhadap pihak polres yang tidak berkenan memberikan informasi terkait penangkapan dua pelaku pembunuhan guru SD, Lisbet Butarbutar.
Salah satu tuntutan wartawan adalah meminta Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit untuk mencopot Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya, SIK.
Hotman Siagian, wartawan Metro24.com mengatakan, aksi hari ini merupakan puncak kekecawaan awak media yang selama ini selalu kesulitan mendapatkan informasi dari Polres. Seperti dalam pengungkapan narkoba dan kasus lainnya.
Bahkan Kapolres Toba sering memblokir telepon wartawan ketika mau konfirmasi berita. Salah satunya penggunaan anggaran pengamanan pilkada tahun lalu senilai Rp5 miliar.
"Sejak AKBP Akala Fikta Jaya menjabat, kondisi kemitraan dengan media semakin buruk. Kapolres juga terkesan alergi kepada wartawan. Sehingga berdampak pada kesulitan kita meminta data ataupun keterangan yang dibutuhkan dalam pemberitaan," ujar Hotman.
Wartawan lainnya mengatakan akan menyurati Kapolri dan Kapolda Sumut, meminta pencopotan Kapolres Toba, Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba.
"Secepatnya kita akan mengirimkan surat secara tertulis kepada Kapolri sebagai bukti keseriusan kita menyuarakan aspirasi rekan-rekan wartawan. Jika tidak direspons, kita akan melakukan aksi lanjutan," ucap Jamarlin Saragih
Selain meminta Kapolres Toba diganti, dalam spanduk yang dibawa wartawan terdapat tulisan “Copot Kasat Reskrim, AKP Nelson Sipahutar, dan Kasat Narkoba AKP Firman Peranginangin”. Wartawan juga meminta Kapolres Toba dan jajarannya menghargai keterbukaan publik dan Undang Undang Pers No 40 tahun 1999.
Sebelumnya, puluhan wartawan melakukan aksi di halaman Polres Toba. Orasi dilakukan secara bergantian dengan muatan utamanya bertajuk 'Copot Kapolres Toba'.
Wakapolres Toba, Kompol Janner Panjaitan mendatangi wartawan dan meminta agar bersedia berdialog di Aula Polres Toba pada pukul 11.00 Wib. Dengan kooperatif wartawan menunggu, sayangnya hingga pukul 11.30 Wib pihak Polres tidak kunjung datang.
Ironisnya, saat puluhan wartawan menunggu di aula tersebut, musik dihidupkan dengan keras, seakan-akan melecehkan.
Para wartawan kecewa dan langsung meninggalkan aula sambil berseru, “Ganti Kapolres Toba!”
Penulis: Alpon
Editor: Jay





Comments
Leave a Comment