Ketua umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifudin.(PALAPAPOS/ Yudha)
BEKASI - Kenaikan harga tahu tempe di Kota Bekasi menuai protes asosiasi gabungan produsen tempe. Para pengerajin tempe tahun pun menginginkan pemerintah yang harus mengumumkan kenaikan harga kepada masyarakat bukan produsen bahan baku tempe tahu.
Ketua gabungan Koperasi Produsen tempe tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifudin mengatakan, ada 160 ribu pengerajin tempe tahu sedang terpuruk di tengah lonjakan harga kedelai. Tidak hanya itu, ada lima juta karyawan yang menggantungkan pendapatan pada pengerajin tempe dan tahu di seluruh Indonesia,"ungkapnya Senin, (31/5/2021).
Menaikan harga tempe dan tahu oleh para pengerajin tidak lah mudah baginya, akibatnya para pengerajin selama ini menahan harga jual.
"Gakoptindo sudah berupaya membangun komunikasi dengan pemerintah. Kami telah meminta pemerintah agar segera mengumumkan kenaikan harga tahu tempe serta menekan harga kedelai agar tidak melambung tinggi,"ujarnya.
Sebelumnya, Gakoptindo telah melakukan rapat dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada Jumat pekan kemarin. Hasil rapat tersebut kenaikan harga kedelai dinilai wajar setelah memperhatikan situasi pasar dunia. Ini dinilai akan berlangsung terus menerus jika tidak ada peran pemerintah untuk menjaga stabilitas.
Penulis : Yudha
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment