Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Choirunnisa Marzoeki dan komisioner Bawaslu photo bersama dengan Kordiv Humas Bawaslu Provinsi, Lolly Suhenti.(PALAPAPOS/Yudha)

BEKASI - Badan Pengawas Pemilu Kota Bekasi adakan kegiatan webinar terkait efektifitas pemilihan di 2024. Agenda tersebut turut mengundang KPUD, Kesbangpol, perwakilan partai, DPD KNPI, dan organisasi kemahasiswaan di Kota Bekasi Kamis, (10/6/2021).

Webinar ini mengusung tema Penyederhanaan Surat Suara Pada Pemilu Serentak 2024.

"Soal penyederhanaan surat suara sebetulnya inisiatif dari KPU, terhitung 3 Juni 2021 kemarin sudah ada kesepakatan dari pemerintah dan DPR-RI. Dan penyelenggaraan pemilu yaitu DKKP, KPU bahwa akan diselenggarakan pemilu serentak di 2024,"urai ketua Bawaslu Kota Bekasi Choirunnisa Marzoeki.

Menurutnya, dari pertemuan yang dilakukan pada 3 Juni 2024 bahwasanya pemilu serentak akan dilakukan pada 28 Februari 2024. Yaitu, pemilihan presiden serta pemilihan legislative, dan 27 November 2024 pemilihan kepala daerah.

Kegiatan ini merupakan hasil evaluasi dari tahapan pemilu serentak di 2019. Dirinya pun mengatakan, pemilihan presiden lebih banyak dibandingkan pemilihan legislatif.

"Semoga di 2024 virus covid-19 sudah tidak ada, namun kami sudah melakukan persiapan menjelang 2024 ketika covid-19 belum beranjak di negeri ini,"terangnya.

Terpisah, Koordinator Divisi Humas Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Lolly Suhenti yang juga turut hadir sangat mengapresiasi kegiatan ini.

"Acara ini menarik, karena isu ini masih menjadi pembicaraan hangat dan baru di Kota Bekasi yang mengangkat isu penyederhanaan surat suara. Terlebih masa kerja Bawaslu sedang giat-giatnya karena kesadaran melakukan pengawasan partisipatif itu tidak bisa mendekati 2024, harus jauh-jauh hari sebelum penyelenggaraan,"jelas dia.

Menurut Lolly, hal ini agar kerumitan di 2019 tidak terulang kembali. Karena pada saat itu banyak yang mengalami sakit bahkan sampai meninggal dunia karena beban kerja yang banyak.

"Semoga di 2024 bisa disiasati agar tidak kembali terjadi kerumitan, seperti administrasi yang rumit dan lainnya. Karena Demokrasi adalah menjaga hak pilih warga negara,"tandasnya.

Penulis : Yudha

Editor : Benys

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.