Tiga unit armada milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi terlihat siaga (PALAPAPOS/Yudha)
BEKASI – Kondisi kepadatan rumah penduduk di Kota Bekasi mengakibatkan potensi kebakaran semakin tinggi, sehingga harus diimbangi dengan ketersedian jumlah armada pemadam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Solahudin, Jumat (11/6/2021), mengatakan, unit kerja yang dipimpinnya krusial harus ada penambahan mobil pemadam kebakaran.
"Pemadam kebakaran tugas utamanya menyelamatkan warga yang mengalami berbagai urgensi. Misalnya, di lingkungan mereka ada bencana kebakaran. Namun saat ini tugasnya tidak hanya itu. Banyak juga warga yang melaporkan kejadian selain kebakaran. Karena hanya dinas kita yang memiliki kelengkapan alat untuk membantu kebutuhan warga," katanya.
Seperti diketahui, jumlah penduduk Kota Bekasi saat ini kurang lebih 2,5 juta jiwa. Sedangkan armada mobil yang dimiliki Disdamkar hanya 14 unit. Angka ini dinilai tidak memenuhi atau kurang dari jumlah yang dibutuhkan.
BACA JUGA : Kadis Damkar Kota Bekasi Ngotot Tender Ulang
"Sekarang penduduk Kota Bekasi kurang lebih mencapai 2,5 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, idealnya Disdamkar memiliki minimal ada 50 unit mobil pemadam. Dengan demikian tidak ada keterlambatan ketika menangani warga yang sedang membutuhkan bantuan," ungkapnya.
Untuk itu Aceng Solahudin meminta Pemerintah Kota Bekasi agar segera melakukan penambahan armada. Karena sangat perlu ada backup waktu armada yang lainnya sedang bertugas.
"Sekarang begini logikanya. Ketika kita hanya memiliki 14 unit mobil pemadam, lalu ada 5 titik kebakaran di Kota Bekasi dan armada yang diturunkan bervariasi. Pasti kita akan kesulitan dalam hal waktu. Makanya pemkot perlu lakukan penambahan unit," tutupnya.
Penulis: Yudha
Editor: Jay





Comments
Leave a Comment