Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi lakuka inspeksi mendadak di beberapa wilayah, salah satunya di SMAN 5 Tambun Selatan, Kab. Bekasi, Jumat (11/6/2021).
BEKASI – Memasuki masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tahun ajaran 2021 menjadi perhatian Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat. Hari ini, Jumat (11/6/2021) Kadisdik Jabar, Dedi Supandi bersama tim melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SMAN 5 Tambun Selatan.
"Iya, kami Disdik Jabar melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPDB Online SMA di Depok dan Bekasi,"katanya.
Dalam kesempatannya, Dedi meminta agar siswa dari keluarga tidak mampu menjadi prioritas pada PPDB tingkat SMA atau SMK kali ini.
BACA JUGA: Ini Penjelasan Disdik Kota Bekasi Soal PPDB Online 2021
"Pertama dahulukan siswa miskin, dan kedua jangan menabrak aturan. Laksanakan PPDB ini sebaik mungkin demi kemajuan bangsa dan generasi muda,"ujar Dedi.
Namun demikian, bagi calon siswa yang mendaftarkan dari jalur tidak mampu harus terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sebab, Dinas Pendidikan Jawa Barat telah bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Disdukcapil.
"Kalau tidak terdaftar di data DTKS silakan ke Dinsos. Namun saya sarankan kepada penyelenggara, kita prioritaskan warga miskin bisa sekolah di Jabar,"jelas dia.
Menurutnya, kuota PPDB untuk sekolah negeri tahun ini hanya 41%. Namun, ia menegaskan, jika ada siswa yang kurang mampu akan dialihkan ke sekolah swasta dan akan mendapatkan insentif per tahunnya.
“Bagi siswa dengan Keluarga Tidak Mampu (KTM) apabila tidak diterima di sekolah negeri akan dilimpahkan ke swasta. Pemprov Jabar akan mendapat bantuan sebesar Rp2 juta / tahun,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kadisdik Jabar dan tim monitoring telah melakukan sidak yang sama ke Kota Cirebon serta Kota Depok dengan agenda yang sama.
Penulis : Hafiz
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment