Wakil Walikota Tri Adhianto Tjahyono bersama pencipta teknologi Zulkifliandi. PALAPAPOS/Yudha
BEKASI – Wakil Walikota, Tri Adhianto Tjahyono menghadiri acara pemasangan teknologi Hydro Power di RT.001/RW.009, Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Sabtu (19/6/2021).
"Hydro Power ini merupakan produk pengelola bahan bakar agar melindungi lingkungan hidup kita, dan produk atau teknologi ini dibuat warga Kota Bekasi. Saya pikir teknologi ini perlu terus kita kembangkan dan pasarkan karena disamping bias menghemat bahan bakar, juga bisa mengurangi polusi udara,"kata Wakil Walikota.
Diketahui, karbon monoksida (CO) yang dikeluarkan dari hasil pemasangan teknologi tersebut hanya 0,01, dan ketika sebelum dipasang karbon yang dihasilkan 0,25.
"Ini adalah satu persembahan dari Kota Bekasi untuk Indonesia yang lebih hijau dan lebih bersih udaranya. Kita pun akan lakukan sosialisasi khusus untuk kendaraan yang berplat B yang dari Kota Bekasi dan itu akan kita wajibkan,"tukasnya.
Kehadirannya pun diakui dalam rangka memberikan motivasi untuk diakomodir Pemerintah setempat. Produk ini perlu memiliki hak cipta agar bisa mendapatkan fasilitas dari pemerintah kota.
"Ini sebetulnya sudah berjalan selama 4 tahun dan sampai saat ini belum ada yang lakukan complain terhadap produk tersebut,"jelasnya.
Zulkifliandi, selaku pembuat teknologi tersebut menjelaskan perjalanan dirinya dalam menciptakan produk ini bersama teman nya yang sudah enam tahun. Menurutnya, bahwa ini merupakan perkembangan teknologi yang awal nya hanya dilakukan pada sepeda motor, lalu dibuat juga untuk kendaraan roda empat.
"Ini merupakan kegelisahan saya dan teman saya dalam menyambut go green, karena sistem ini dapat menghilangkan emisi gas pada kendaraan. Dan ini bisa digunakan untuk semua jenis bahan bakar,"terang dia kepada palapapos.co.id.
Lebih jauh kata dia, sistem ini bisa membuat bahan bakar menjadi lebih hemat. "Untuk barang yang saya ciptakan alhamdulilah sudah sampai ratusan, dan saya memberikan garansi satu tahun. Kita pun sudah ada permintaan sistem atau produk ini di Kalimantan, Makasar, Riau, dan Bali,"tutupnya.
Zulkifliandi berharap Pemerintah Kota Bekasi agar mendukung teknologi ini, agar gerakan ramah lingkungan terhadap polusi pun bisa dilakukan dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan.
Penulis : Yudha
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment