Surat somasi kedua yang dilayangkan warga korban pungli, Kamis (15/7/2021). PALAPA POS / Yudha

BEKASI - Warga layangkan surat somasi untuk kali kedua terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli)  Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Kamis (15/07/2021).

Warga pembuat somasi tersebut ditandatangani Ahmad Fathoni, berdomisilo di Jl. Masjid Al-Ikhlas RT 008/010 Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Somasi kedua dilakukan karena menurut Ahmad Fhaton pihak Dinas BMSDA enggan memberikan jawaban dan solusi dari surat somasi pertama. Sebagai Warga Negara Indonesia, hal ini dilakukannya dengan maksud mengajak dan bersama-sama dalam penegakan supremasi hukum.

Lanjut dia menyampaikan, situasi pandemic Covid-19 tidak boleh dijadikan kesempatan melakukan pungli di Kota Bekasi. "Hari ini saya layangkan surat somasi yang kedua mas. Sesuai janji saya, kalau somasi pertama tidak digubris, saya akan ambil langkah somasi kedua,"ucap Ahmad Fathoni dengan nada kesal.

BACA JUGA: Dugaan Pungli, Warga Somasi Dinas BMSDA Kota Bekasi

Pria yang akrab disapa Thoni ini pun menduga Kepala Dinas beserta jajarannya menghindar dan merasa seperti tidak ada yang terjadi. Dugaan itu diperkuat karena tidak ada itikad baik menanggapi surat yang disampaikan warga.

Lebih dia menyatakan, upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan membuat peraturan perundang-undangan saja, namun yang lebih penting adalah membangun mental orang-orang yang dapat memberantas korupsi itu sendiri.

"Saya heran kenapa mereka tidak menggubris somasi pertama saya. Padahal saya rakyat Indonesia dan warga Kota Bekasi yang notabene-nya harus mendapatkan pelayanan baik dari Pemerintah setempat, tapi nyatanya seperti ini Pemerintah Kota Bekasi khususnya Dinas BMSDA tidak ada keterbukaan, padahal saya adalah korban pungli," tuturnya kembali.

Diketahui, Sekretaris Dinas BMSDA, Widayat Subroto sebelumnya berjanji akan lakukan penelusuran terkait hal ini, namun ketika awak media mencoba menghubungi Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, beserta Kepala UPTD dan Lurah setempat pun tidak ada jawaban, bahkan seperti menghindar.

Terkait somasi pertama, palapapos.co.id sebelumnya Selasa, (06/07/2021) memberitakan, Ahmad Fathoni selaku warga yang tinggal di daerah tersebut menjelaskan, dirinya sudah melakukan somasi pada Senin (05/07/2021) ditujukan kepada Kepala DBMSDA.

"Saya sudah lakukan somasi kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air yang tertuju kepada Kepala Dinasnya, yaitu Arief Maulana,"kata Ahmad Fathoni.

Hal tersebut dilakukan karena tidak adanya respon positif yang diberikan Arief Maulana selaku kepala Dinas BMSDA kepada dirinya. Ahmad Fathoni pun mengatakan, sudah menunggu itikad baik dari kepala dinas selama satu bulan lamanya.

Penulis : Yudha 

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.