Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Komang Koheri. (IST)

JAKARTA – Bulan Oktober 2021 akan dilaksanakn Gelaran Mahasaba XII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat periode 2016-2021 hasil Mahasabha XI 2016 dengan Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tanaya dipastikan akan laksanakan secara Hybrid dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring) yang bertempat di Hotel Sultan, Jakarta.

Kongres majelis tertinggi umat Hindu ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu. Hal tersebut disebabkan adanya polemik di tubuh PHDI Pusat, yakni adanya Mahasaba Luar Biasa (MLB) yang digelar beberapa waktu lalu secara tatap muka di Provinsi Bali, dan menetapkan Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia sebagai Ketua Umum PHDI Pusat periode 2021-2026, dan Komang Priambada selaku Sekertaris.

“Polemik tersebut tentunya berdampak langsung maupun tidak langsung pada umat Hindu Indonesia, dan dualisme kepengurusan PHDI Pusat memunculkan keprihatinan umat Hindu dari berbagai kalangan,”ungkap  I Komang Koheri .

Salah satu keprihatinan yang oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PDI Perjuangan, I Komang Koheri melalui surat yang diaterbitkan dengan nomor 102/IKK/DPRRI/A154/X/2021 perihal pemberitahuan dan himbauan yang ditujukan kepada Ketua PHDI Provinsi se Indonesia yang subtansiisinya memuat mengenai ajakan sukseskan dan ikutserta secara tatap muka/ luring dalam penyelenggaraan Mahasabha PHDI XII pada tanggal 28 s/d 31 Oktober 2021 yang diselenggarakan di Hotel Sultan Jakarta.

I Komang Koheri pun memberikan ruang pada setiap peserta untuk berdialog secara langsung disela-sela waktu luang guna menyerap aspirasi umat Hindu di setiap daerah sekaligus menjadi masukan guna meningkatkan bantua nuntuk PHDI di masa mendatang.

Langkah yang dilakukan I Komang Koheri merupakan sikap resmi dari kepeduliannya terhadap keberlangsungan PHDI Pusat dan umat Hindu Nusantara agar dapat menyikapi polemik yang terjadi lebih cermat, tepat dan terukur dan mementingkan kepentingan umat Hindu Nusantara, mengedepankan asas kekeluargaan dan guyub serta ikhlas mengabdi sebagai pelayan umat Hindu.

“Bukan malah mengedepankan ego dan kepentingan kelompok serta golongan tertentu, dan berpikir secara arogan dan tidak berlandasakan pada nilai-nilai luhur ajaran agama Hindu,”katanya. (red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat