Ilustrasi

BEKASI - Kasus dugaan pelecehan seksual oleh pedagang martabak keliling dua orang anak di daerah Rw 12 Kelurahan Kayuringin,Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi belum lama dilaporkan ke aparat.

Mulyadi Selaku Ketua Rw 12 Kelurahan Kayuringin Kecamatan Bekasi Selatan mengungkapkan, peristiwa terjadi pada Senin (13/12/2021) lalu setelah orang tua diduga korban melapor kepadanya.

"Kejadian tersebut belum lama terjadi, kita mengetahui setelah ibu korban melapor kepada saya selaku ketua RW. Terduga pelaku merupakan pedagang martabak keliling,"ujar Mulyadi Kamis (15/12/2021).

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan kepada palapapos.co.id, terduga pelaku melakukan tindakan tak terpuji iotu kepada anak perempuan berusia 6 dan 8 tahun.

“Sudah melaporkan kepada aparat penegak hukum. Adapun dugaan yang dilakukan menyentuh alat vital si ana. Saat ini terduga pelaku sedang dilakukan introgasi dilingkungan sekitar sambil menunggu pihak keluarga si anak. Kita juga sedang mengumpulkan bukti,"katanya.

Sementara, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Aris Setiawan mengatakan, KPAD sebagai lembaga pengawasan perlindungan anak yang dijalankan stekholder.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya memang mengawasi hal tersebut dalam pelaksanaan penanganan oleh pihak kepolisian. Serta persoalan di era sosial media cukup punya peran dalam alibi yang menyasar terhadap anak-anak yang menjadi korban.

"Kalau kita lihat peran pemerintah kemudian lembaga yang terkait dalam pendidikan dan sosialisasi dalam hal permasalahan pelecehan seksual. Kita juga sudah monitoring ke sekolah dan lainnya sudah ada dalam pendidikan,"katanya.

Ia juga mengungkapkan, terkait soal hukum sebagai efek jera, pemerintah sudah mengeluarkan Perpers hukum kebiri. Ada juga hukuman maksimal 10 sampai 15 tahun dan denda.

"Hanya saja, yang jadi problem kita ketika anak atau seorang itu menjadi korban tidak dilakukan perbaikan mental maupun sikisnya. Itu akhirnya di kemudian dikhawatirkan menjadi pelaku baru. Intinya bahwa korban-korban ini harus di perbaiki dengan menjalani rehabilitasi mental. Pemerintah harus memfasilitasi itu, dan itu yang kita harapkan sehingga korban pulih dan tidak menjadi pelaku dikemudian hari,"tutupnya.

Penulis: Yudha

Comments

  • Echa Homo

    4 years ago

    Wah makin kesini makin gak ada ruang aman untuk perempuan yah #sjw #adilitukangmartabak

    Replay

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pasar Tradisional Tarutung Terbakar, Ratusan Kios Dilahap Si Jago Merah

TAPANULI UTARA - Ratusan kios yang berlokasi di pasar tradisional tarutung ludes di lahap sijago merah pukul 21.30 wib pada Minggu (7/4/2024) kemarin.

Gudang Amunisi di Kota Bekasi Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

KOTA BEKASI - Nahas, gudang amunisi Artileri Medan (Armed) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi terbakar dan menimbulkan ledakan cuku

Polda Metro Jaya Geledah Rumah Ketua KPK Firli Bahuri di Bekasi

KOTA BEKASI - Polda Metro Jaya menggeledah rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Villa Galaxy, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ka

Polisi Lakukan Otopsi Pastikan Penyebab Kematian WNA Asal China di Mess PT. NH

TAPANULI UTARA - Untuk memastikan penyebab kematian warga negara asing (WNA) asal China bernama Dong Bo (51) di mess PT NH, Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu, Tapanu

Pemandian Air Soda Tarutung Akan Naik Kelas

TAPANULI UTARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memprioritaskan pengembangan destinasi wisata Air Soda terletak di Desa Parbubu I Kecamatan Tarutung.

Tabrakan Dengan Truk, Mahasiswa Pengendara Sepeda Motor Meninggal

TAPANULI UTARA - Diduga akibat kurang hati-hati saat mengendara sepeda motor, seorang mahasiswa IAKN Tarutung tewas mengenaskan akibat Lakalantas di lokasi kejadian pasca tabr