Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Investor Portugal tertarik dengan potensi pelabuhan Indonesia yang merupakan negara maritim dengan sumber daya manusia melimpah, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan jumlah masyarakat menengah yang besar.

Hal itu disampaikan Atase Perhubungan KBRI London, Lollan Panjaitan, dalam Seminar Ports and Internationalization Engineering Opportunities in Indonesia diadakan KBRI Lisabon, di Lisabon, Portugal.

Fungsi Ekonomi KBRI Lisabon, Dewi Ratna Asih, Senin (17/12/2018) mengatakan seminar bertema "Ports and Internationalization Engineering Opportunities in Indonesia" diadakan KBRI Lisabon bekerja sama dengan asosiasi insinyur yang berpengaruh di Portugal, PROFORUM.

Seminar dihadiri ratusan investor Portugal yang bergerak di sektor pelabuhan. Sebagai jembatan informasi antara keingintahuan investor Portugal dan realita investasi di Indonesia, KBRI Lisabon menghadirkan PT Samudera Indonesia sebagai perwakilan dari pelaku usaha pelabuhan di Indonesia dan Kementerian Perhubungan sebagai perwakilan dari Pemerintah Indonesia.

"Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki sumber daya manusia yang melimpah, pertumbuhan ekonomi yang stabil, jumlah masyarakat menengah yang besar," ujar Lollan Panjaitan.

Dikatakannya adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah Indonesia Barat dan Timur mendorong Pemerintah Indonesia untuk menggalakkan pembangunan infrastruktur pelabuhan yang dapat menghubungkan titik-titik pembangunan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Riset Ekonomi PT Samudera Indonesia, Ibrahim Kholilul Rohman, mengatakan dari perspektif pelaku bisnis, PT Samudera Indonesia setuju dengan besarnya potensi untuk berbisnis di pelabuhan Indonesia.

"Samudera Indonesia merupakan satu-satunya perusahaan swasta yang membangun serta mengembangkan dan mengoperasikan pelabuhan peti kemas di Indonesia," katanya.

Menurut Ibrahim, berdasarkan pengalaman PT Samudera Indonesia, tata kelola pelabuhan yang efisien akan membantu pengembangan diversifikasi ekonomi, penyerapan tenaga kerja, penurunan harga-harga barang, dan peningkatan volume perdagangan.

Investor Portugal menjadikan ajang ini tidak hanya untuk mencari peluang investasi, tetapi juga sebagai wadah diskusi mengenai pengalaman dari Indonesia. Para investor Portugal didorong untuk melakukan ekspansi seperti halnya bangsa Portugis pada masa eksplorasi di abad ke-16.

Duta Besar RI untuk Portugal, Ibnu Wahyutomo, mendorong agar lebih banyak lagi perusahaan Portugal yang berbisnis di Indonesia. Indonesia dan Portugal sama-sama merupakan negara maritim, perlu ada peningkatan kolaborasi antara perusahaan Indonesia dan perusahaan Portugal untuk meraih manfaat bersama yang nyata. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Perseroda Akui Setor Deviden Tahun 2022 Sebesar 300 Juta

KOTA BEKASI - PT. Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) hari ini, Kamis (6/4/2023) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas kinerja Tahun Anggaran 2022 dihadiri oleh Plt. Wa

Era Transaksi Digital, Satika Minta Pelaku UMKM Taput Jaga Branding

TAPANULI UTARA - PT Bank Sumut Cabang Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menggelar sosialisasi produk perbankan dan sekaligus menyerahan Quick Response Code Indonesia

Electrolux Showroom dan Service Center Hadir di Kota Bekasi

BEKASI - Memberikan kenyamanan kepada konsumen, Electrolux Showroom dan Service Center hadir di Kota Bekasi.  Dipastika kehadirannya untuk konsumen setelah diresmikan kan

Harga Minyak Goreng Belum Stabil, Wakil Gubernur Jawa Barat Sidak Di Kota Bekasi

BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), UU Ruzhanul Ulum lakukan Inspeksi mendadak (Sidak) pasar di Kota Bekasi memantau harga minyak goreng yang belum lama mencapai Rp 20

Mampu Pulihkan Ekonomi, Bupati Taput Dapat Penghargaan dari BI

TAPANULI UTARA - Dinilai mampu mengatasi keterpurukan dan mampu memulihkan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19, Bupati Taput Nikson Nababan mendapat penghargaan program Klaster K

Bank Dunia Suntik Indonesia Rp5,6 Triliun

JAKARTA - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp5,6 triliun untuk mengatasi kerentanan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19.