Audiensi Ketua DPRD Kota Bekasi dengan pengurus Yayasan Sahabat Perempuan Bekasi, Kamis (22/12/2022). PALAPA POS/ IST

KOTA BEKASI - Problematika perempuan, anak dan keluarga di kota-kota besar, termasuk di Kota Bekasi sangat siginifikan. Diantaranya menurunkan angka kematian Ibu, angka kematian bayi, stunting dan persoalan pengasuhan anak perlu perhatian khusus.

Permasalahan tersebut mengemuka dalam audiensi Ketua DPRD Kota Bekasi dengan pengurus Yayasan Sahabat Perempuan Bekasi, bersama 100 tokoh perempuan Kota Bekasi di ruang Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis (22/12/2022).

Ketua DPRD Kota Bekasi H.M. Saifuddaulah menilai perlu adanya partisipasi dan kolaborasi antara Pemerintah dengan berbagai pihak untuk memperjuangkan kesejahteraan ibu dan anak.

“Kami mencatat berbagai praktik baik terkait kolaborasi Pemerintah dengan berbagai pihak, termasuk dalam kesejahteraan ibu dan anak. Tidak hanya yang ada di perkotaan, tetapi sampai lingkungan RT. Selain itu, tidak hanya ibu pekerja, namun ibu dan anak dengan berbagai kondisi kerentanannya. Sehingga kolaborasi dan komunikasi dengan berbagai unsur dan elemen masyarakat harus dikembangkan untuk kebaikan kaum ibu dan anaknya kelak,"papar Saifuddaulah.

Ketua DPRD yang biasa disapa Ustadz Daulah ini menegaskan, era teknologi memudahkan semua pihak terutama kaum ibu mendapatkan pengetahuan dan informasi. Namun dampak buruknya, kata Saifuddaulah, juga memiliki pengaruh yang tinggi.

"Gadget ini menjadi isu yang selalu ditanyakan ibu-ibu. Selalu ada isu gadget yang membuat ibu-ibu kebingungan, sementara anak di zaman sekarang nggak mungkin zero gadget. Ibu sebagai penjaga marwah keluarga dan pendidik utama anak harus bijak dan memahami persolan ini,"ungkap Saifuddaulah.

DPRD Kota Bekasi, kata Saifuddaulah, telah merampungkan rancangan peraturan daerah (Raperda) Perlindungan Perempuan dan Raperda Perlindungan Anak. Sebagai bukti komitmen DPRD Kota Bekasi untuk terus mengawal dan melahirkan Perda yang akan memberikan perlindungan hukum dan kepastian hukum bagi kaum perempuan dan anak dalam kehidupan sosial di masyarakat.

"Kaum ibu yang hadir dan motori Yayasan Sahabat Ibu bisa mmeberikan masukan terkait persoalan ibu, perempuan dan anak. Kami sangat konsen terkait ibu, selain karena ajaran agama untuk menghormati ibu juga menjadi kewajiban yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,"tutup Saifuddaulah.(red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.