Bupati Taput Nikson Nababan. (Dokumen Pemkab Taput)

TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan mengharapkan formula penyaluran Annual Fee PT. Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kepada Pemerintah Kabupaten- Kota di kawasan Danau Toba, dikembalikan Pemerintah Pusat seperti di jaman perusahaan tersebut masih ikut dikelola perusahaan Jepang atau sebelum diakuisisi oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan Bupati Nikson Nababan kepada sejumlah wartawan yang mewawancarainya di Tarutung. "Saat Inalum masih ikut dikelola perusahaan Jepang, daerah yang menjadi tangkapan air Danau Toba menerima dana Annual Fee yang lumayan. Tapi setelah diakuisi justru nilainya makin sedikit melalui dana bagi hasil pajak air permukaan. Dengan diakuisisi, sebaiknya dana Annual Fee itu lebih besar atau setidaknya sama dengan sebelumnya,"ungkapnya.

Bupati Nikson menjelaskan, dana Annual Fee Inalum masih sangat dibutuhkan daerah-daerah di kawasan Danau Toba. Selain karena sebagai daerah tangkapan air Danau Toba yang mengalirkan ke sungai Asahan dan dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik oleh Inalum, juga mengingat daerah di kawasan Danau Toba masih sangat membutuhkan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan di berbagi sektor seperti infrastruktur dan pertaniannya.

"Dana Annual Fee Inalum seharusnya bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah kawasan Danau Toba untuk membiayai berbagai pembangunan itu,”terangnya.

Untuk itu, harap Bupati Nikson, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Keuangan mempertimbangkan membuat peraturan baru dalam menyalurkan Annual Fee Inalum secara khusus ke Pemerintah Daerah di kawasan Danau Toba.

"Sangatlah wajar ada dana insentif dari Inalum bagi daerah tangkapan air Danau Toba,"katanya.

Untuk diketahui, sebelum berakhirnya perjanjian Master Agreement Proyek Asahan pada 9 November 2013 dan kemudian penandatanganan akta peralihan saham dari Nippon Asaham Aluminium dalam PT. Inalum kepada Pemerintah Republik Indonesia, Pemprovsu dan 10 Pemerintah Kabupaten / Kota mendapatkan Iuran Tahunan (Annual Fee) dari Inalum berdasarkan Agreement For The Asahan. Seperti Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang mendapat realisasi Annual Fee dari tahun 2006 sampai 2013 sebesar Rp.27.552.515.584.

Sesuai Master Agreement antara Pemerintah Republik Indonesia dan pihak Jepang, masa operasional Inalum selama 30 tahun, terhitung mulai 1 November 1983 hingga November 2013. Dan setelah masa operasional habis, PT Inalum resmi menjadi milik Pemerintah Indonesia.

Penulis : Hengki

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe