Cuplikan layar akun tiktok bernama @abangyyes. PALAPA POS/Yudha.

KOTA BEKASI - Berbagai cara dilakukan pasangan calon (paslon) untuk mengambil simpati masyarakat dalam momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi. Diantaranya ialah dengan melakukan kampanye serta sosialisasi yang masif dan terstruktur.

Terlebih dari ketiga kandidat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Bekasi, pasangan calon (paslon) nomor urut 1 yakni Heri Koswara-Sholihin disinyalir menggunakan buzzer untuk melakukan black campaign.

Hal itu terbukti dari unggahan postingan akun tiktok yang bernama @abangyyes  mulai menjalankan tugas nya sebagai media buzzer, Rabu (6/11/2024).

Dalam akun tiktok tersebut, terdapat cara black campaign dengan memberikan informasi buruk kepada masyarakat terkait pasangan calon (paslon) nomor urut 3 yaitu Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe.

Selain itu, akun tiktok tersebut telah mengunggah informasi yang sifat nya masih dugaan dan belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.

Dalam unggahan postingan akun tersebut terdapat desakan kepada Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) untuk segera mengusut dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh Tri Adhianto.

Namun aneh nya, bukan mendapat simpatik dari warganet, akun tiktok tersebut malah diserang serta dicibir oleh warga dengan komentar pedas.

"Maklum nomor 1 udah panik bingung kampanye nya," ujar akun tiktok bernama @Sri Aulia Rahmawati dalam komentar.

Selain @Sri Aulia Rahmawati, akun tiktok bernama @faa^^ pun turut serta bekomentar dalam akun tiktok yang disinyalir bertugas sebagai buzzer paslon Heri Koswara-Sholihin tersebut.

"Bhaha bingung y? Suaranya sedikit?," kata akun tiktok bernama @faa^^.

BACA JUGA : Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

Padahal menurut hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Masyarakat Milenial (LPMM) pada periode 13-20 Oktober 2024 paslon nomor urut 01 Heri Koswara-Sholihin hanya mendapatkan 27,2 persen.

Jauh berbeda dengan paslon nomor urut 03 yakni Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe yang memperoleh dukungan sebesar 50,9 persen.

Sementara paslon nomor urut 02 yakni Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni hanya memperoleh 2,1 persen dan 19,8 persen responden menyatakan tidak memilih.

Penulis : Yudha.

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

52,00 Persen Masyarakat Kota Bekasi Tidak Tahu Pelaksanaan Pilkada

KOTA BEKASI - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi dan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat akan dilaksanakam serentak pada, Rabu (27/1

15 Hari Jelang Pilkada, Elektabilitas Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe Masih Unggul

KOTA BEKASI - Pasangan Calon (Paslon) nomor urut tiga yakni, Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe (RIDHO) masih bercokol pada urutan survei yang dilakukan oleh Lembaga Studi Visi

Asep Gunawan Berkilah, BPHTB Penyebab PAD Belum Capai Target

KOTA BEKASI - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi baru mencapai 67 persen dan masih jauh dari yang ditargetkan. Atas capaian tersebut, Kepala Badan Penda

Oknum Anggota DRPD Kota Bekasi Inisial AMH Diduga Sebar Hoax

KOTA BEKASI - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi akan diselenggarakan pada 27 November 2024 mendatang. Ada tiga figur dalam perhelatan kali ini, setiap pendukung pa

Bawaslu Kota Bekasi Gelar Apel Siaga Kampanye

KOTA BEKASI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi gelar apel siaga kampanye Lapangan Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Jumat (8/11/2024). 

Tri Adhianto Komitmen Buka Lapangan Kerja Untuk Pemuda

KOTA BEKASI - Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto-Abdul Harris Bobihoe berkomitmen menciptakan lebih banyak lapangan pe