Pendiri Rumah Milenial Sahat Martin P. Sinurat. PALAPAPOS/Istimewa

JAKARTA - Pendiri Rumah Milenial Sahat Martin P. Sinurat menegaskan bahwa generasi milenial saat ini tidak menyukai retorika yang panjang melainkan penyampaian program yang langsung pada intinya dan mudah diterapkan dalam debat capres 17 Januari 2019.

"Kami tidak terlalu suka retorika yang panjang, melainkan ingin mendengar hal-hal konkret apa yang bisa dilakukan agar perubahan bisa segera terjadi, dan tetap berlanjut bukan perubahan sesaat saja," kata Sahat Martin Philip Sinurat di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Sahat yang juga mantan Ketua GMKI itu menyebut, bahwa generasi milenial merupakan generasi yang memiliki rasa ingin tahu, idealis, dan selalu ingin adanya perubahan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mengatakan, anak muda cenderung ingin penyampaian yang to the point dan bisa dilaksanakan. 

"Bagaimana strategi membangun generasi muda Indonesia yang anti korupsi dan tidak radikal. Bagaimana agar penegak hukum bisa melakukan tugas dengan benar dan tidak tebang pilih. Serta bagaimana agar kasus-kasus HAM seperti di Papua, era 98, dan lainnya bisa diselesaikan sampai ke akarnya," katanya.

Ia menambahkan, topik debat capres putaran pertama pada 17 Januari 2019 memang terkait persoalan-persoalan bangsa yang sudah menjadi virus selama puluhan tahun. "Kondisinya sudah akut, karena kita pernah ada di dalam rezim yang membiarkan virus ini menjalar dan menular di tengah masyarakat," katanya.

Hal itu berarti kata dia, capres harus memiliki visi yang jelas untuk melakukan perubahan terkait penegakan hukum yang tidak tumpul ke atas, tajam ke bawah, penanganan korupsi yang dilakukan oknum pejabat mulai dari pusat sampai tingkat desa penyelesaian kasus-kasus HAM dan upaya deradikalisasi yang seluruhnya bukanlah hal yang mudah.

Namun, ia menyadari hal itu memang tidak mudah karena dibutuhkan komitmen kuat dari para capres jika nantinya terpilih. "Maka memang harus dilakukan dari sekarang, dan ada langkah-langkah yang jelas untuk bisa dilakukan ke depan. Bukan hanya menjual jargon, ataupun menyampaikan pernyataan yang enak didengar saja," katanya.

Ia menegaskan, hampir pasti kaum milenial akan menonton dan mengikuti debat capres tersebut. "Pasti milenial akan menonton. Dan hal-hal yang menarik, baik positif ataupun negatif, akan dengan cepat juga kami bagikan melalui media sosial kami," kata Sahat. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat