Seorang ibu di Kampung Tegal Kunir Kidul, Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menunjukkan penyakit kulit yang diderita anaknya. PALAPAPOS/Istimewa

TANGERANG - Aparat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan penyelidikan dan pemeriksaan penyebab sejumlah warga terkena penyakit kulit di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk.

"Kesimpulan sementara bahwa air yang digunakan warga setempat kurang bersih dan terdapat banyak genangan sekitar rumah," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Mauk, Muhammad Faridzi Fikri di Tangerang, Rabu (16/1/2019).

Faridzi mengatakan, pihaknya sudah mendatangi rumah penduduk dan melihat kondisi sekitar di Kampung Malaka RT 13/03, Desa Tegal Kunir Kidul, Mauk serta memeriksa kondisi fisik warga yang terkena penyakit kulit.

Hal tersebut terkait, sejumlah warga Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk terkena penyakit kulit termasuk diantaranya balita, sehingga harus mendapatkan perawatan medis dari Puskesmas setempat.

Akibat sejumlah warga terkena penyakit kulit, menyebabkan Pemkab Tangerang menurunkan petugas termasuk dari Puskesmas Mauk ke lokasi kejadian.

Menurut dia, ada tiga anak yang terkena penyakit kulit karena mengalami impetigo akibat kualitas air sumur yang digunakan kurang bersih.

Bahkan pada sumur penduduk setempat banyak terdepat genangan air yang kadang sebagai tempat itik berenang akhirnya air itu merembes ke sumur.

Ia mengatakan balita tersebut mengalami impetigo disebabkan bakteri dan dominan menyerang anak-anak ketimbang orang dewasa.

"Gejalanya adalah penderita mengalami gatal-gatal selanjutkanya kulit melepuh dan meninggalkan bercak warna kecoklatan," katanya menambahkan.

Pihaknya telah mengobati sejumlah anak yang terkena penyakit kulit itu dan menyarankan kepada orang tua agar tidak mengunakan air sumur yang kurang bersih untuk kebutuhan mandi dan cuci pakaian.

Meski begitu, dirinya berharap agar warga atau instansi terkait juga melakukan upaya agar genangan yang ada di areal tersebut dapat dikeringkan serta ditimbun dengan tanah.

Belakangan ini warga sekitar mengeluh karena genangan air terjadi karena adanya proyek perumahan yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pasca Penjemputan Rizieq Shihab, Angkasa Pura II Benarkan Sejumlah Fasilitas di Terminal 3 Bandara S

TANGERANG - Sejumlah fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) rusak pasca membludaknya massa penjemput kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia. Hal itu dibenarkan Corporate Com

Mendagri : Kepala Daerah Terdampak Karhutla Harus Peka Atasi Bencana

TANGSEL - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepala daerah yang terdampak kebakaran hutan lahan (karhutla) untuk peka dalam mengatasi bencana asap bersama dengan sejumlah instansi t

Gedung FAH UIN Runtuh Akibat Gempa Ternyata Belum Uji Kelayakan

TANGSEL - Gedung Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang runtuh akibat gempa dengan magnitudo 6,9 yang terjadi di Kecamata

Kota Tangerang Selatan Minta Warga Pendatang Melapor ke RT/RW

TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang Selatan meminta warga pendatang yang ingin tinggal di wilayahnya mengurus administrasi kependudukan, termasuk melapor ke Ketua Rukun Tetangga

Hanya 52 Persen Tamatan SD Tertampung SMP Negeri di Tangerang

TANGERANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang, Banten, memastikan hanya sekitar 52 persen tamatan sekolah dasar (SD) yang dapat tertampung pada SMP negeri.

&q

FKUB Tangerang Imbau Warga Jaga Ketenangan Pasca Pencoblosan

TANGERANG - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang, Banten, mengimbau warga untuk dapat menjaga ketenangan pasca pencoblosan pada pemilu 2019 karena belakangan ad