Gedung Bank Indonesia. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Bank Indonesia menjamin akan menjaga kecukupan likuiditas agar pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai target 10-12 persen (year on year/yoy) di tengah potensi pengetatan likuiditas yang masih membayangi pada 2019.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Kamis (17/1/2019), mengatakan Bank Sentral akan terus mencermati pergerakkan likuiditas di pasar dan menjaga kecukupannya agar tidak terjadi perlombaan penghimpunan dana yang tidak kondusif.

"Terkait likuiditas, BI sejak November atau Desember 2018, kami terus melakukan lelang reverse repo, kami juga beberapa kali di bulan Januari ini melakukan lelang ekspansi namanya term repo, di situlah instrumen BI melakukan," ujar Mirza.

Adapun kondisi likuiditas di Tanah Air 2018 masih dibayangi tekanan jika melihat rasio kredit terhadap pendanaan (Loan To Deposit Ratio/LDR) sebesar 93 persen di akhir 2018.

LDR mengindikasikan ketersediaan dana (likuiditas) bank untuk memenuhi penyaluran kreditnya. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015, mengatur bahwa batas bawah LDR sebesar 78 persen, sedangkan batas atasnya menjadi sebesar 92 persen.

Namun, menurut Mirza, LDR atau likuiditas akan membaik dalam beberapa bulan ke depan. Beberapa penyebabnya adalah pertumbuhan kredit yang membaik akan memancing aliran investasi masuk. Aliran investasi tersebut akan turut memicu kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sehingga melonggarkan likuiditas perbankan.

Tahun ini, BI menargetkan DPK Perbankan akan naik di rentang 8-10 persen (yoy) untuk membantu pertumbuhan kredit ke 10-12 persen (yoy).

"Pemulihan pertumbuhan kredit itu memang nanti akan ada aliran modal masuk lanjut pertumbuhan deposit akan mulai meningkat lagi," ujar dia.

Di tempat yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan selain likuiditas rupiah, Bank Sentral juga memperdalam pasar keuangan untuk mencukupi kebutuhan likuiditas valas.

"Kalau likuiditas valas, seperti biasa kita reguler swap (barter) valas dan lelang NDF Domestik itu. Kami memberikan signal likuiditas valas juga cukup dan bisa dukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujar dia. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Perseroda Akui Setor Deviden Tahun 2022 Sebesar 300 Juta

KOTA BEKASI - PT. Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) hari ini, Kamis (6/4/2023) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas kinerja Tahun Anggaran 2022 dihadiri oleh Plt. Wa

Era Transaksi Digital, Satika Minta Pelaku UMKM Taput Jaga Branding

TAPANULI UTARA - PT Bank Sumut Cabang Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menggelar sosialisasi produk perbankan dan sekaligus menyerahan Quick Response Code Indonesia

Electrolux Showroom dan Service Center Hadir di Kota Bekasi

BEKASI - Memberikan kenyamanan kepada konsumen, Electrolux Showroom dan Service Center hadir di Kota Bekasi.  Dipastika kehadirannya untuk konsumen setelah diresmikan kan

Harga Minyak Goreng Belum Stabil, Wakil Gubernur Jawa Barat Sidak Di Kota Bekasi

BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), UU Ruzhanul Ulum lakukan Inspeksi mendadak (Sidak) pasar di Kota Bekasi memantau harga minyak goreng yang belum lama mencapai Rp 20

Mampu Pulihkan Ekonomi, Bupati Taput Dapat Penghargaan dari BI

TAPANULI UTARA - Dinilai mampu mengatasi keterpurukan dan mampu memulihkan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19, Bupati Taput Nikson Nababan mendapat penghargaan program Klaster K

Bank Dunia Suntik Indonesia Rp5,6 Triliun

JAKARTA - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp5,6 triliun untuk mengatasi kerentanan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19.