Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau usaha para anggota program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019). PALAPA POS/Istimewa

GARUT - Presiden Joko Widodo berharap pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) akan mengurangi ketimpangan antara mereka yang berpenghasilan tinggi dan rendah.

"Negara kita sekarang ini sedang berperang dengan kesenjangan, dengan ketimpangan. PKH ini kita harapkan nanti akan mengurangi itu," kata Presiden Jokowi saat penyaluran bantuan sosial PKH di Gedung Serbaguna Mandala Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019).

Kepala Negara mengharapkan keluarga-keluarga prasejahtera semakin hari akan semakin tidak ada atau semakin berkurang.

"Kalau langsung hilang atau tidak ada, sulit, dengan PKH diharapkan keluarga bisa mandiri dan anak-anaknya juga dapat sekolah semua. Itu harapan kita," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpesan kepada penerima bantuan sosial itu agar memanfaatkan dana itu untuk mendanai kepentingan sekolah anak-anak, kepentingan membuat anak yang cerdas, pintar, dan sehat, serta untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

"Bisa untuk tambahan modal, misalnya ibu-ibu ada yang jualan gorengan bisa dipakai untuk tambahan modal di situ. Jangan hanya jualan gorengan saja, tambah jualan bakso. Kalau sudah jualan bakso tambah lagi jualan nasi uduk sehingga pendapatan keluarga menjadi naik," katanya.

Presiden menyebutkan tiap keluarga penerima bantuan PKH mendapatkan bantuan yang berbeda beda karena berdasar indeks yang telah ditetapkan.

"Ini ada yang dapat Rp3,6 juta, ada Rp1,7 juta, ibu hamil dapat Rp2,4 juta, balita dapat Rp2,4 juta, kemudian yang sekolah SD Rp900.000, SMP Rp1,5 juta, dan seterusnya," kata Presiden.

Dalam kunjungan ke Garut, Presiden Jokowi meninjau pengambilan dana PKH tersebut oleh warga melalui ATM.

"Tadi saya tanya kepada yang antre di ATM mobil di situ, Ibu mau ambil berapa? Mau ambil Rp1 juta, Pak. Lo kok gede banget. Mau diambil semua? Iya. Untuk apa? Untuk sekolah anak, untuk beli seragam, beli buku, dan bayar sekolah," cerita Presiden.

Ia meminta warga penerima bantuan PKH dapat mengatur pengambilan dananya dari bank dan menghindari penggunaan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Presiden mengingatkan kepentingan anak bersekolah untuk mendapatkan pendidikan menjadi sasaran dana bantuan PKH tersebut.

"Itu harus dinomorsatukan karena dengan itulah nanti anak-anak kita bisa melebihi kita, pintar-pintar, cerdas-cerdas, sehat-sehat, melebihi kita," katanya.

Ia juga menceritakan bahwa saat anak anak, dirinya juga hidup di pinggir kali. Orang tuanya saat itu juga tidak mampu, hidup susah. Tapi tetap menomorsatukan sekolah anak entah dengan cara apa.

"Dulu belum ada PKH, sekarang beruntunglah ibu-ibu semua ada yang namanya PKH. Jadi gunakan uang itu betul-betul tepat sasaran, bermanfaat," tegas Jokowi.

Terkait sasaran meningkatkan kecerdasan dan kesehatan anak, Presiden meminta gizi anak harus diperhatikan.

"Telur jangan lupa. Murah kan telur. Telur sekilo berapa sekarang? Rp25.000 atau Rp24.000 per kilo kan. Sekilo ada berapa telur? 16 butir, cukup banyak. Gizi anak harus dinomorsatukan," katanya.

Menurut dia, anak anak juga harus diberi makan sayur, buah, dan makanan bergizi lainnya.

"Negara ini membutuhkan anak-anak yang pintar, cerdas dan sehat sehingga kalau sudah pintar, cerdas, prestasinya pasti baik," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat