Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil. PALAPA POS/Istimewa

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil meminta para Bunda PAUD tingkat kabupaten/kota yang resmi dilantik olehnya pada Senin (4/2/2019), di Aula Barat Gedung Sate Bandung, untuk membantu Pemprov Jawa Barat mengatasi masalah stunting (kekerdilan).

"Kami meminta bantuan khususnya kepada para Bunda PAUD agar masalah stunting atau gagal tumbuh ini bisa ditangangi secara bersama-sama," kata Gubernur Emil saat memberikan sambutan.

Gubernur Emil menuturkan berdasarkan hasil sebuah penelitian diketahui bahwa anak-anak yang mengalami stuntimg umurnya lebih pendek karena gagal tumbuh dari segi kecerdasan otaknya dan daya saing akan lemah ketika umurnya bertambah sehingga tidak bisa bekerja.

"Oleh karena itu saya titip agar di daerah masing-masing-masing, agar memperhatikan masalah ini, khususnya pada saat saat di dalam kandungan," kata dia.

Ia menuturkan jumlah anak usia dini di Provinsi Jawa Barat cukup besar yakni sekitar 50 juta jiwa dan setiap penduduk yang berkeluarga bisa dipastikan memiliki anak.

"Anak-anak ini merupakan pemilik masa depan dan masa depan itu punya cara dan logika dinamika yang baru, salah satunya ialah derasnya infomasi dan kemajuan teknologi," kata dia.

Gubernur Emil juga berpesan kepada seluruh para Bunda PAUD agar anak usia dini jangan sampai terpapar oleh telepon genggam secara berlebihan hingga lupa untuk berinteraksi dengan sesama.

"Revoluasi digital dan teknologi itu ada dua sisi yakni baik dan buruk. Jangan sampai anak-anak kita waktunya dihabiskan hanya untuk melihat hp orang tuanya," kata dia.

Sementara itu, Bunda PAUD Jawa Barat Atalia Praratya Kamil mengatakan terkait masalah stunting ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh setiap bunda (orang tua).

"Stunting itu ada tiga hal yang harus menjadi perhatian kita semua, pertama ialah terkait pola asuh yakni dimulai dari seorang ibu mulai dari melahirkan hingga membesarkan anaknya," kata dia.

Pola asuh ini, lanjut Atalia, bisa dikembangkan menjadi pola makan untuk anak, termasuk bagaimana sanitasi rumah yang baik.

"Ini semua bisa didorong oleh peran seorang Bunda PAUD. Kami akan terus mendorong dan mendukung Program Zero Stunting sebagaimana yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata dia. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faisyal Hermawan Gelar Reses TA. 2024-2025

KOTA BEKASI - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faisyal Hermawan, menggelar kegiatan reses I Tahun Anggaran 2024/2025 di daerah pemilihan (dapil) yang meliput

Berlatar Belakang Artis, Ronal Surapradja Siap Terjun ke Dunia Politik

KOTA BEKASI - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ronal Surapradja nampak nya sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk berkiprah didunia politik. Hal itu terlihat dari keseri

ICMI Usung Lima Program Utama di Bawah Ketua Baru Inayatulah

BOGOR - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bekasi, Inayatulah mencanangkan lima program prioritas yang akan dilaksanakan organisasi yang dipimpinya den

Nikson Nababan Jalin Silaturahmi Bersama Mahasiswa Perantau Asal Sumatera Utara

BANDUNG - Bupati Tapanuli Utara periode 2014-2024, Nikson Nababan mengadakan acara silaturahmi dan ngopi bareng bersama pemuda dan mahasiswa

Koalisi PKB dan Gerindra Terjadi Se-Jawa Barat

KOTA BEKASI - Terbentuknya koalisi menyambut Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Gerindra sepertinya sudah terjadi secara men

Perkuat Rekomendasi LKPJ, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi Datangi Pemrov Jabar

BANDUNG - Guna optimalkan pembahasan LKPJ Kepala Daerah tahun 2023, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi melakukan konsultasi kerja dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menen