Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peranan penting sebagai tulang punggu perekonomian nasional. PALAPAPOS/Istimewa

JAKARTA - Kementerian Perindustrian berupaya meningkatkan jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) yang berpotensi mengekspor produknya ke berbagai negara melalui pembinaan.

"Untuk industri menengah saat ini berjumlah 27.000 dan yang ekspor itu ada sekitar 3.000. Kami ingin meningkatkan jumlahnya sekitar 500 pada tahun ini sudah bagus," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Menurut Gati, ia menggelar pertemuan dengan industri besar di Jawa Timur dan menyepakati bahwa pelaku industri besar setuju untuk melakukan pembinaan dan pelatihan kepada IKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.

"Kami fokus dulu di industri menengah. Nanti mereka akan mendapatkan mentoring dari industri besar, begini loh membuat produk berkualitas, dan begini loh cara menjaga agar produknya bisa berkesinambungan," tutur Gati.

Gati menambahkan, para IKM juga akan menerima pelatihan tentang pembiayaan dan pemasaran, sehingga mereka dapat menjual produknya ke pasar yang sesuai.

Salah satu produk industri menengah yang potensial ekspor adalah perhiasan. Kemenperin mencatat pada 2015, jumlah industri perhiasan skala menengah besar mencapai 83 perusahaan dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 97 perusahaan dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 15.000 orang.

Sedangkan, total industri perhiasan skala kecil mencapai 36.000 unit usaha dengan melibatkan tenaga kerja hingga 43.000 orang.

Dalam upaya memperluas pasar ekspor, Kemenperin telah melakukan inisiasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar produk perhiasan dari Indonesia tidak terkena tarif bea masuk di negara tujuan ekspor. Misalnya ke Turki dan Dubai sebagai negara yang potensial.

Kemenperin juga aktif memfasilitasi IKM perhiasan di dalam negeri untuk ikut berpartisipasi pada pameran tingkat nasional dan internasional. Contohnya, Surabaya International Jewellery Fair dan Jakarta International Jewellery Fair, sedangkan pameran di luar negeri seperti Hongkong Jewellery Fair. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Perseroda Akui Setor Deviden Tahun 2022 Sebesar 300 Juta

KOTA BEKASI - PT. Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) hari ini, Kamis (6/4/2023) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas kinerja Tahun Anggaran 2022 dihadiri oleh Plt. Wa

Era Transaksi Digital, Satika Minta Pelaku UMKM Taput Jaga Branding

TAPANULI UTARA - PT Bank Sumut Cabang Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menggelar sosialisasi produk perbankan dan sekaligus menyerahan Quick Response Code Indonesia

Electrolux Showroom dan Service Center Hadir di Kota Bekasi

BEKASI - Memberikan kenyamanan kepada konsumen, Electrolux Showroom dan Service Center hadir di Kota Bekasi.  Dipastika kehadirannya untuk konsumen setelah diresmikan kan

Harga Minyak Goreng Belum Stabil, Wakil Gubernur Jawa Barat Sidak Di Kota Bekasi

BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), UU Ruzhanul Ulum lakukan Inspeksi mendadak (Sidak) pasar di Kota Bekasi memantau harga minyak goreng yang belum lama mencapai Rp 20

Mampu Pulihkan Ekonomi, Bupati Taput Dapat Penghargaan dari BI

TAPANULI UTARA - Dinilai mampu mengatasi keterpurukan dan mampu memulihkan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19, Bupati Taput Nikson Nababan mendapat penghargaan program Klaster K

Bank Dunia Suntik Indonesia Rp5,6 Triliun

JAKARTA - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp5,6 triliun untuk mengatasi kerentanan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19.