Sejumlah peserta audisi Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Boyolali 2019 saat mengikuti tes Psikologi di Boyolali. PALAPA POS/Istimewa

BOYOLALI - Sebanyak 54 siswa dari tingkat SMA/SMK menjalani tahapan karantina dalam audisi menjadi perwakilan Duta Seni dan Misi Kebudayaan Kabupaten Boyolali 2019 ke mancanegara.

Para siswa ini, berawal dari 433 siswa yang mendaftar kemudian mengikuti tes empat tahap hingga akhirnya 50 anak ditambah empat orang Mbak dan Mas Boyolali, dan mereka kini sedang menjalani karantina, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, di Boyolali, Selasa (12/2/2019).

Menurut Damanto peserta calon duta seni tersebut selama menjalani karantina akan diuji ketrampilan kesenian seperti menari dan lainnya. Mereka yang menonjol bidang kesenian tentunya berpeluang terpilih menjadi wakil duta seni dan misi kebudayaan ke luar negeri.

"Peserta mengikuti seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara tahap I dan II, psikotes, dan menyisakan 50 peserta dan ditambah empat Mbak dan Mas Boyolali menjalani karantina," kata Darmanto.

Damanto mengatakan kegiatan karantina tersebut audisi tahap akhir di Bumi Perkemahan Indraprasta Pantaran, Ampel Boyolali, hingga terpilih 18 siswa yang menjadi duta seni dan misi kebudayaan pelajar tahun ini.

"Kami rencana peserta duta seni dan misi kebudayaan pelajar tahun ini, akan diberangkatkan ke Negara Belanda, Perancis dan Jerman, saat masa liburan sekolah sekitar Juli mendatang. Peserta terpilih belum ditetapkan karena masih dalam tahap seleksi," katanya.

Pada duta seni misi kebudayaan pelajar yang dikirim ke luar negeri tersebut, kata dia, dilakukan yang ketujuh kalinya oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali. "Kegiatan ini, sasarannya untuk mempromosikan seni budaya Boyolali ke luar negeri," katanya.

Selain itu, pihaknya juga untuk membuka wawasan dari anak-anak atau generasi muda agar lebih mendunia. Untuk itu, Pemkab Boyolali tahun ini, telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,6 miliar dari proses seleksi hingga pengiriman yang direncanakan akan menuju Negara Eropa.

"Kegiatan sasaran jangka pendek mempromosikan seni budaya tradisi Boyolali sebagai warisan luhur Bangsa Indonesia ke luar negeri, dan jangka panjang anak-anak yang terpilih agar wawasannya terbuka hingga ke mancanegara. Mereka sebagai generasi penerus dengan tekun terus belajar menggantikan 10 hingga 20 tahun mendatang menjadi pemimpin yang lebih hebat," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PMII STIES Mitra Karya Gelar Tradisi Munggahan

KOTA BEKASI - Menyambut bulan suci Ramadhan, para umat Islam di Indonesia biasanya gemar melaksanakan tradisi munggahan atau berkumpul dengan keluarga dan kerabat yang

Ribuan Keturunan Pomparan Sihotang Simarsoit Akan Penuhi Gedung Pertemuan Advent

KOTA BEKASI - Diperkirakan pada Senin (11/3/2024) mendatang, ribuan keturunan pomparan Sihotang Simarsoit, Boru, Bere dan Ibebere akan memenuhi

Memperat Tali Silaturahmi, Komunitas Suku Batak Gelar Pesta Bona Taon

KOTA BEKASI - Dalam rangka menyambut awal tahun sekaligus mempererat ikatan tali silaturahmi, komunitas suku Batak Sektor 3 Kampung Cerewet,

Ini Cara Ketua Kombas Mempertahankan Batik di Bekasi

KOTA BEKASI - Ketua Komunitas Batik Bekasi (Kombas), Barito Hakim Putra menjelaskan pihaknya memiliki strategi khusus agar masyarakat Kota Bekasi bisa terus melestarikan buday

Bupati Taput Buka Konsolidasi Tarombo dan Pembatasan Waktu Pelaksanaan Pesta Adat

TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan membuka pelaksanaan konsolidasi tentang tarombo (silsilah-red) Batak dan pembatasan waktu pelaksanaan pesta adat batak di

Ribuan Keturunan Sigodangulu Sihotang Hadiri Acara Doa Bersama

HUMBAHAS - Doa Bersama (Partangiangan Bolon) Pertama Pomparan Raja Sigodangulu Sihotang, Sabtu 05 November 2022 di Parlilitan berlangsung lancar dan meriah. Acara ini dih