Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau harga sembako di Pasar. PALAPA POS/Istimewa

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Badan Pusat Statistik Jateng untuk merumuskan metode dalam mengatasi anjloknya harga pangan dan komoditas pertanian di beberapa wilayah.

"Berbagai masalah muncul dari sektor itu, tidak hanya disebabkan oleh faktor jumlah komoditas dan permintaan, melainkan juga terkait soal data. Di sinilah peran penting BPS, dengan data-data yang dimiliki tentu akan membantu pemerintah dalam mengambil sebuah kebijakan sesuai data-data terbaru dan valid," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (13/2/2019).

Ia menyebutkan salah satu cara yang harus dilakukan untuk memperbaiki anjloknya harga-harga pangan dan produk pertanian dengan melakukan perbaikan data, sebab data pertanian di Indonesia masih belum sempurna serta belum diperbarui.

Politikus PDI Perjuangan itu, mencontohkan di Kabupaten Pemalang terjadi kesalahan data, di mana dengan banyaknya perumahan baru, namun lahan subur di kabupaten itu justru bertambah.

"Ini tidak mungkin dan ternyata setelah dicek datanya yang salah," ujarnya saat menerima kunjungan Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono di ruang kerja gubernur.

Data pertanian dari BPS, lanjut Ganjar, dibutuhkan apalagi jika data itu bisa terperinci hingga bagian siapa menanam apa, di mana, dan kapan akan panen sehingga dengan demikian dapat diantisipasi berbagai persoalan yang kemungkinan timbul.

"Jika data ini dikelola baik maka persoalan harga cabai atau harga bawang yang saat ini anjlok tidak akan terjadi. Sebelum itu terjadi kan sudah terlihat dari datanya, kalau akan ada 'over supply' barang, jadi bisa diambil kebijakan-kebijakan sebelum itu," katanya.

Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono menyatakan pihaknya akan terus memperbaiki data dengan menggunakan metodologi Kerangka Sampel Area yang tingkat keakuratannya teruji.

"Metodologi baru itu kami lakukan untuk mengumpulkan data dengan pendataan langsung di lokasi pertanian agar dapat diketahui luasan panen, waktu panen, bahkan prediksi jumlah produksi hasil pertanian," ujarnya.

Dari data tersebut, kata dia, akan terlihat, misalnya tiga bulan ke depan antara produksi dengan permintaan tidak seimbang, maka harus ada kebijakan yang diambil. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bersama Kadisdik, Plt. Ketua TP PKK Studi Tiru Ke SLBN Surakarta

SOLO - Pelaksana tugas (Plt) Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi UU Saeful Mikdar dan Plt Ketua DWP Eka Sudarsono

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan Raih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif

SEMARANG - Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif (KDI) yang diserahkan H. Abdul Halim Iskandar Menteri Desa, Pembangunan Dae

Tingkatkan Inovasi Daerah, Bupati Taput Studi Tiru ke Wonogiri Jateng

JAWA TENGAH - Selain mempererat kerjasama antar Pemerintah Daerah dan peningkatan inovasi,Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan didampingi Ketua DPRD Poltak Pakpahan, Sekda Ind

Pemkab Kudus Siapkan Tempat Isolasi Pemudik

KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyiapkan tempat isolasi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bakalan Krapyak, Kaliwungu untuk pemudik yang nekat pulang di tengah pand

Ganjar Kirim Sukarelawan dan Logistik Rp594 juta

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengirimkan bantuan logistik senilai Rp594 juta beserta 10 orang sukarelawan membantu korban bencana gempa bumi yang mengguncang Provinsi

Gubernur Ganjar Minta ASN Korup Bisa Dipecat

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bakal melayangkan protes sekaligus meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar aparatur sipil negara (ASN)