Wartawan Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang, Jawa Tengah menolak kekerasan yang terjadi pada Munajat 212. PALAPA POS/Istimewa

PEKALONGAN - Puluhan wartawan Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggelar demo di pelataran Monumen Juang Pekalongan, Senin (25/2/2019), menolak aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh peserta Munajat 212 terhadap seorang jurnalis.

Pada demo tersebut, puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik menyatakan lima sikap, yaitu mengutuk keras tindakan main hakim sendiri terhadap jurnalis pada acara Munajat 212 di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, tindakan massa merusak peralatan liputan dan intimidasi adalah pelanggaran undang-undang pers, dan intimidasi terhadap jurnalis harus dihentikan.

Selanjutnya, Komunitas wartawan Pekalongan dan Batang meminta penanggung jawab acara Munajat 212 dan pelaku bertanggung jawab secara hukum serta aparat hukum mengusut perkara ini dengan cepat, transparan, dan adil.

Selain itu, puluhan wartawan meletakkan atribut dan kartu pers di pelataran Monumen Juang sebagai bentuk protes terhadap kekerasan yang masih terjadi dikalangan media.

Pada kesempatan itu, puluhan wartawan juga melakukan orasi dan membentangkan sejumlah poster yang bertuliskan, seperti "Setop Kekerasan terhadap Jurnalis", "Jurnalis Bukan Musuh", "Proses Pelaku", dan "Tegakan Undang-Undang Pers".

Koordinator aksi Suryono mengatakan demo tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap jurnalis yang mendapat kekerasan yang diduga dilakukan oleh peserta Munajat 212 di Monas. Kendati demikian, kata dia, apa pun bentuk kekerasan terhadap wartawan adalah salah. Oleh karena itu, pelakunya harus diproses secara hukum.

"Kami mengecam kekerasan itu. Kami meminta Polri harus bertindak tegas terhadap pelaku yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis," katanya.

Kepala Subbagian Humas Polres Pekalongan Kota Suparji mengatakan bahwa polisi berterima kasih terhadap para jurnalis yang melakukan demo secara tertib dan aman sehingga tidak sampai menimbulkan kegaduhan maupun kemacetan di jalur pantura Pekalongan. "Kami juga senang hati menerima pengaduan lima pernyataan sikap para wartawan," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bersama Kadisdik, Plt. Ketua TP PKK Studi Tiru Ke SLBN Surakarta

SOLO - Pelaksana tugas (Plt) Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi UU Saeful Mikdar dan Plt Ketua DWP Eka Sudarsono

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan Raih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif

SEMARANG - Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif (KDI) yang diserahkan H. Abdul Halim Iskandar Menteri Desa, Pembangunan Dae

Tingkatkan Inovasi Daerah, Bupati Taput Studi Tiru ke Wonogiri Jateng

JAWA TENGAH - Selain mempererat kerjasama antar Pemerintah Daerah dan peningkatan inovasi,Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan didampingi Ketua DPRD Poltak Pakpahan, Sekda Ind

Pemkab Kudus Siapkan Tempat Isolasi Pemudik

KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyiapkan tempat isolasi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bakalan Krapyak, Kaliwungu untuk pemudik yang nekat pulang di tengah pand

Ganjar Kirim Sukarelawan dan Logistik Rp594 juta

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengirimkan bantuan logistik senilai Rp594 juta beserta 10 orang sukarelawan membantu korban bencana gempa bumi yang mengguncang Provinsi

Gubernur Ganjar Minta ASN Korup Bisa Dipecat

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bakal melayangkan protes sekaligus meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar aparatur sipil negara (ASN)