Ilustrasi. PALAPA POS/Istimewa

CIANJUR - Ribuan kepala keluarga di Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, berharap pemerintah melalui Pertamina membangun SPBU di wilayah tersebut karena selama ini warga kesulitan untuk mendapat BBM dengan harga resmi.

Terlebih saat ini, jalan nasional yang membentang di wilayah tersebut, mulai ramai dilalui kendaraan wisatawan dengan tujuan sejumlah pantai di wilayah selatan Cianjur dan Kabupaten Garut.

"Sejak Tanjakan Mala selesai dibangun, setiap harinya kendaraan yang melintas semakin padat. Namun ramainya kendaraan belum didukung dengan SPBU di kecamatan terujung Cianjur yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung itu," kata Jayudin tokoh masyarakat Naringgul pada wartawan Kamis (28/2/2019).

Selama ini, tutur dia warga yang membutuhkan BBM harus membayar lebih ketika membeli di Pertamini atau pengecer 2 tak yang harganya lebih tinggi dari harga resmi di SPBU.

Bahkan untuk pengecer selama ini, harus membeli ke SPBU yang jaraknya puluhan kilometer di Kecamatan Cidaun atau ke Ciwidey-Bandung, sehingga ketika menjual harga dua kali lipat dibandingkan harga resmi pemerintah.

"Jalan yang membentang merupakan jalan nasional yang sudah seharusnya di tunjang dengan SPBU resmi. Terlebih lagi ini merupakan kebutuhan semua orang yang memiliki kendaraan terutama wisatawan," katanya.

Dia menilai dengan dibangunya SPBU di wilayah tersebut akan meningkatkan perekonomian warga yang tidak perlu jauh-jauh atau membayar mahal untuk mendapatkan BBM kendaraan atau alat pertanian.

Hal senada terucap H Cahma pemilik pertamini di Jalan Raya Naringgul-Bandung. Dia berharap ada SPBU di bangun di jalur tersebut, agar memudahkan warga dna penguna jalan untuk mendapatkan BBM berbagai jenis layaknya di wilayah lain.

"Selama ini saya menjual BBM jenis pertalite dengan harga jauh dari SPBU karena harus mengeluarkan biaya transpor yang cukup tinggi kalau membeli di SPBU di Cidaun atau Ciwidey," katanya.

Untuk pertalite tambah dia, dijual Rp10 ribu pertalite dan Solar dijual di angka Rp8.000 perliter karena rata-rata pengecer membeli di SPBU ditambah uang trasnpor. Bahkan tidak jarang ketika membeli di Ciwidey harganya lebih mahal karena membeli dari pengecer bukan langsung dari SPBU karena lintas wilayah operator tidak melayani.

"Semoga harapan kami terkabul Naringgul dapat memiliki SPBU sendiri, agar warga, penguna kendaraan dan pengecer dapat BBM sesuai harga resmi dan tidak lagi menjual dengan harga tinggi," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faisyal Hermawan Gelar Reses TA. 2024-2025

KOTA BEKASI - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faisyal Hermawan, menggelar kegiatan reses I Tahun Anggaran 2024/2025 di daerah pemilihan (dapil) yang meliput

Berlatar Belakang Artis, Ronal Surapradja Siap Terjun ke Dunia Politik

KOTA BEKASI - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ronal Surapradja nampak nya sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk berkiprah didunia politik. Hal itu terlihat dari keseri

ICMI Usung Lima Program Utama di Bawah Ketua Baru Inayatulah

BOGOR - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bekasi, Inayatulah mencanangkan lima program prioritas yang akan dilaksanakan organisasi yang dipimpinya den

Nikson Nababan Jalin Silaturahmi Bersama Mahasiswa Perantau Asal Sumatera Utara

BANDUNG - Bupati Tapanuli Utara periode 2014-2024, Nikson Nababan mengadakan acara silaturahmi dan ngopi bareng bersama pemuda dan mahasiswa

Koalisi PKB dan Gerindra Terjadi Se-Jawa Barat

KOTA BEKASI - Terbentuknya koalisi menyambut Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Gerindra sepertinya sudah terjadi secara men

Perkuat Rekomendasi LKPJ, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi Datangi Pemrov Jabar

BANDUNG - Guna optimalkan pembahasan LKPJ Kepala Daerah tahun 2023, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi melakukan konsultasi kerja dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menen