Ilustrasi. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Pembangunan LRT Jabodetabek memecahkan dua rekor dunia yaitu untuk konstruksi ‘longspan’ atau bentangan panjang tanpa pilar, serta untuk jembatan lengkung dari beton terpanjang untuk jalur kereta api.

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budi Harto, Jumat (29/3/2019), seusai acara pengecoran terakhir dalam proyek pembangunan longspan atau jembatan panjang LRT Jabodebek di Jakarta  menyebutkan bahwa ada dua tempat di LRT yang mencatatkan rekor dunia.

"Insya Allah di proyek LRT Jabodetabek Tahap I ini ada dua tempat yang mencatatkan rekor dunia," kata Budi Harto kepada wartawan.

Ia memaparkan, lokasi pertama adalah di longspan untuk konstruksi u-box girder di ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang memiliki panjang 90 meter, mengalahkan rekor sebelumnya yang terletak di Uni Emirat Arab, yang mencapai "hanya" sekitar 70 meter.

Sedangkan rekor lainnya, ujar dia, adalah jembatan lengkung dari beton untuk kereta api sepanjang 148 meter, yang terletak di jalur perpindahan dari Jalan Gatot Subroto ke Jalan Rasuna Said.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Adhi Karya Tbk Ki Syahgolang Permata menuturkan, secara keseluruhan, proses pembangunan proyek LRT Jabodetabek ini diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen, yang terdiri atas lintasan Cawang-Bekasi 60 persen, Cawang-Cibubur 85 persen, dan Cawang-Dukuh Atas 40 persen.

Untuk tahap selanjutnya, diperkirakan adalah pemasangan rel dan sistem perlistrikan, sehingga dapat diujicobakan dengan kereta pada sekitar pertengahan tahun 2019.

Berdasarkan data dari laman lrtjabodetabek.com, pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 dengan 3 rute lintas pelayanan Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur, menghabiskan total biaya konstruksi sekitar Rp22 triliun atau setara dengan Rp513,8 miliar per kilometer sepanjang 44,3 kilometer dengan struktur melayang.

Di Ibukota selain LRT Jabodebek, pemerintah juga membangun LRT Jakarta yang menghubungkan Kelapa Gading dengan Velodrome (Rawamangun) dengan total biaya konstruksi sekitar Rp5 triliun atau sebesar Rp1 triliun per kilometer sepanjang 5,8 kilometer dengan struktur melayang.

Dari laman tersebut juga diketahui bahwa untuk pembangunan Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta, total biaya pembangunannya mencapai sekitar Rp10 triliun atau sebesar 1 triliun per kilometer untuk struktur layang yang mencapai sekitar 10 kilometer. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

DPP Pemuda Batak Bersatu Dukung Nikson Nababan Jadi Gubernur Sumut

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Lambok F Sihombing menegaskan memberi dukungan penuh kepada Nikson Nababan sebagai Bakal Calon Guber

Mahasiswa Gelar Doa Bersama Untuk Bacalon Gubernur Sumut Nikson Nababan

JAKARTA - Para mahasiswa Sumatera Utara yang tergabung dalam kader of change Nikson Milenial Center (NMC) gelar Doa bersama dan santunan pada anak yatim di acara 'Jumat Be

Ketum PWI Pusat Sampaikan Klarifikasi Berita Bohong Yusuf Rizal

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun berikan penjelasan terhadap isu miring yang menyangkut internal organisas

Kemenag Tetapkan 1 Syawal Pada 10 April 2024

JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menetapkan 1 Syawal 1445 H jatuh pada Rabu (10/4/2024) mendatang.

Men

Bawaslu dan KPU Kabupaten Bekasi Diduga Kurang Cermat, Timses Gerindra Laporkan ke DKPP

JAKARTA - Salah satu tim sukses calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil 9 H. Syahrir yakni Agung lesmana menduga Bawaslu serta KPU Kabupaten Bekasi ku

KPK Diminta Selidiki Dugaan Korupsi di Kementerian Pertanian

JAKARTA - Pengadaan barang/jasa masih menjadi gerbang utama lumbung korupsi. Meskipun Pemerintah membangun E-katalognya untuk mencegah korupsi, namun para pelaku masih menemuk