Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan selamat untuk era berikutnya kekaisaran Jepang, yang akan berjalan mulai 1 Mei 2019, dengan nama baru Era Reiwa untuk menggantikan Era Heisei.

Sistem kalender di Jepang, selain menggunakan sistem Masehi, juga menggunakan penanggalan kekaisaran yang didasarkan pada tahun seorang kaisar naik tahta. Era Heisei berlaku sejak Akihito dinobatkan sebagai kaisar pada 1989.

"Kita, pemerintah dan rakyat Indonesia, mengucapkan selamat dan mendoakan di era kaisar baru, masyarakat Jepang akan makin makmur dan maju," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam penjelasan kepada pers di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

Seperti dilansir Kantor Berita Reuters, Jepang pada Senin mengumumkan Reiwa sebagai nama baru kekaisaran Jepang. Nama era tersebut akan langsung berlaku setelah Putra Mahkota Naruhito diangkat menjadi kaisar baru pada 1 Mei.

Nama era kekaisaran atau gengo dipakai untuk penanggalan dokumen, surat kabar, kalender, dan mata uang koin, yang dapat juga digunakan bersamaan dengan penanggalan Masehi.

"Dilihat dari hubungan kedua negara, baik bilateral pemerintah maupun antarmasyarakat, hubungan kita 'kan dekat sehingga siapa pun yang jadi kepala negara Jepang, kita juga mengharapkan agar hubungan kedua negara akan terus baik dan meningkat, baik antarmasyarakat, ekonomi, maupun politik," kata Arrmanatha.

Terkait kehadiran kepala negara Indonesia dalam penobatan kaisar baru Jepang, Jubir Kemlu mengatakan belum mengetahui perihal undangan dari pihak Jepang sehingga belum dapat memastikan siapa yang akan hadir.

Putra Mahkota Naruhito akan menggantikan ayahnya, Kaisar Akihito, yang secara resmi turun tahta pada 1 April 2019 setelah berkuasa selama 31 tahun.

Sistem nama era kekaisaran dimulai pada Era Meiji (1868-1912) dengan kebijakan "satu kaisar, satu era kekaisaran" karena sebelumnya nama era bisa berganti di tengah-tengah masa kekaisaran, misalnya setelah terjadi bencana alam.

Setelah Era Meiji atau periode "modern", Jepang memiliki tiga nama era kekaisaran, yakni Taisho (1912-1926), Showa (1926-1989) dan Heisei, yang akan berakhir pada 30 April 2019. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat