Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan. PALAPA POS/Istimewa

BANDUNG - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan, Predisen Joko Widodo atau Jokowi gencar membangun infrastruktur di Indonesia selama menjabat sebagai kepala negara di Indonesia dan dirinya menilai pembangunan infrastruktur tersebut telah berdampak bagi perekonomian negara ini.

"Bahwa infrastruktur yang gencar dibangun pada saat pemerintahan Pak Presiden Jokowi ini telah berdampak besar bagi perkembangan perekonomian Indonesia. Tanpa pembangunan infrastruktur, katanya, ekonomi Indonesia akan goyah," kata Menteri Luhut saat menjadi pembicara pada Diskusi Nasional Ikatan Alumni Prodi Ilmu Hubungan Internasional Unpar di Gedung Merdeka Bandung, Jumat (5/4/2019).

Menteri Luhut mengatakan pembangunan infrastruktur besar-besaran di era Jokowi ini menumbuhkan lapangan pekerjaan sampai 55 juta orang. "Dan itu paling banyak dirasakan oleh saudara kita yang ada di Sumatera, Jawa, dan kawasan timur Indonesia," kata dia.

Luhut mengatakan saat ini perekonomian Indonesia sedang dalam kondisi prima dan hal ini dinilai harus menjadi rujukan para calon pemilih dalam menentukan pilihannya pada Pilpres 2019.

Dia juga meminta masyarakat langsung bertanya kepada para pakar ekonomi atau pihak perbankan untuk memastikan kebenaran pernyataannya mengenai ekonomi Indonesia yang sedang tumbuh baik dan diprediksi akan lebih baik lagi di masa depan.

"Jadi saat ini semua membuat prediksi, ekonomi Indonesia bagus. Sehingga kalau ada orang kita yang cerita hutang kita berlebihan segala macem itu sangat tidak benar," kata dia.

"Sebagai contohnya Morowali, itu dia kan bisa punya income per kapita pada 2022, antara 30 ribu sampai 35 ribu dolar Amerika dan jumlah tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional karena apa, sekarang lapangan kerja di sana sangat bagus," lanjut dia.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 agar memegang peranan penting dalam menentukan nasib bangsa ke depan, melalui suara yang diberikannya pada Pilpres 2019.

"Itu tergantung, kalau kalian hatinya tidak bagus, berpikir busuk saja seperti yang banyak sekarang ditularkan oleh intelektual kita, itu tidak akan bisa tercapai," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan boleh saja berbagai pihak melontarkan kritik kepada pemerintah, katanya, asalkan kritik yang membangun. Akan tetapi, kata dia, jangan sampai hanya berupa kritik yang menjatuhkan.

"Sehingga jika mau Indonesia ini bagus, kita harus kompak, bahwa kita boleh kritik, yaitu yang konstruktif untuk membangun, jangan kritik-kritik kampungan," kata dia. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat