Anggota DPRD Sumut Sarma Hutajulu. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TARUTUNG - Marah akibat namanya dikaitkan dengan pemberitaan diberbagai media online maupun konten media sosial, yang belakangan ini ramai mengulas buronan atas nama Henry Panjaitan (55), yang ditangkap setelah melarikan diri 11 tahun, Anggota DPRD Sumut Sarma Hutajulu mengancam akan melakukan upaya hukum.

"Saya sangat perlu mengklarifikasi pemberitaan yang beredar di media sosial bahkan dishare sejumlah akun Facebook," ujar Sarma, Rabu (24/4) 2019.

Pasalnya, tidak seluruh yang diberitakan itu benar keadaanya serta tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. Agar tidak ada salah pengertian, Sarma menceritakan awal mula kasus yang terjadi 16 tahun lalu.

Sekitar tahun 2002, sewaktu ada pergolakan politik menjatuhkan Wali Kota Siantar Marim Purba, pada saat itu Pasar Horas terbakar dan ada proyek bencana alam pembangunan pasar sementara dibahu jalan Merdeka Siantar.

"Bukan kami sebenarnya pemborongnya hanya ikut memodali pekerjaan dan join tiga orang. Karena nuansanya waktu itu politik, maka rekananlah yang jadi korban ke pengadilan sebanyak dua orang," kata politisi PDIP tersebut.

Sewaktu sidang di PN Siantar, putusan bebas murni karena memang kami hanya pemodal dan tidak ada nama dalam dokumen kontrak.

Selanjutnya, Jaksa kemudian Kasasi ke Mahkamah Agung dan putusannya tidak pernah kami terima hingga saat ini sampai terjadi penjemputan semalam

Jadi, sebut Sarma kalau dibilang DPO (Daftar Pencarian Orang), kami keberatan karena sejak dulu kami di Medan dan tak pernah melarikan diri serta tinggal dialamat rumah kami sekarang  sejak 2007. 

" Berita ini terlalu bombastis dan keras unsur politisnya, agar Kejaksaan seolah berprestasi dan dikait kaitkan dengan namaku supaya nilai berita naik," kesalnya.

Suami saya bukan PNS hanya rekanan yang mengerjakan tender sesuai bestek dan tidak punya kekuasaan untuk korupsi. "Jika banyak pihak yang bergembira atas penderitan dan musibah ini, biarlah Tuhan yang mengampuni mereka dan kami minta doa dan dukungan agar kuat menghadapi cobaan ini," tambahnya.

Namun, tidak sampai disitu, Sarma mengungkapkan akan melakukan somasi kepada media yang menerbitkan berita tanpa konfirmasi. "Saya sedang mempelajari dan tengah menyiapkan somasi," pungkasnya. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pj Bupati Taput Bebaskan Sementara Indra Simaremare dari Jabatan Sekda, BKN Sebut Tidak Sesuai Prose

TARUTUNG - Penjabat (Pj) Bupati Tapanuli Utara (Taput) bertindak tidak sesuai aturan dalam membuat keputusan pembebasan sementara Indra Simaremare dari tugas jabatannya sebaga

Ketua LADN Taput Desak Polisi Ungkap Penyebar Foto Porno Bermotif Menjatuhkan Nama Satika Simamora

TARUTUNG - Beredar selebaran foto - foto porno di Kecamatan Sipahutar dan mungkin didesa lainnya, yang disebarkan orang-orang tidak bertanggungjawab yang diduga bermotif untuk

Viral Kapolsek Pahae Jae Diduga Bahas Pemenangan Cabup Taput, Polda Sumut Tegaskan Polri Harus Netra

MEDAN - Juru bicara Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi dengan tegas menyatakan bahwa Polri netral di dalam Pilkada serentak 2024.

Viral...Kapolsek Dan Danramil Pahae Jae, DPRD Terpilih, Kades Bertemu Bahas Pemenangan Cabup Taput

TARUTUNG - Viral di media sosial melalui postingan sejumlah akun facebook yang menyebutkan oknum Kapolsek Pahae Jae, Danramil Pahae Jae bersama dengan  DPRD Terpilih dari

Resmi Dilantik, 700 Orang Tim Pemenangan dan Relawan se-Kecamatan Muara Siap Menangkan Satika -Sarla

MUARA - Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Satika Simamora -Sarlandy Hutabarat pada perhelatan Pilkada Taput 2024 semakin mantap meraih keme

Warga Purbatua Ingin Satika Simamora -Sarlandy Hutabarat Lanjutkan Pembangunan Mantan Bupati Nikson

PURBATUA - Warga masyarakat di Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), menginginkan program-program pembangunan pada masa pemerintahan mantan Bupati Taput Nikson