Bukit Rimbang Baling Kabupaten Kampar. PALAPA POS/Istimewa

PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau merancang wisata konservasi di habitat harimau dalam kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling di Kabupaten Kampar.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono di Pekanbaru, Selasa (30/4/2019), mengatakan nantinya akan ada pusat pembiakan rusa di Desa Aur Kuning, satu dari 12 desa yang sudah ada di landskap Bukit Rimbang Baling jauh sebelum pemerintah menetapkan habitat asli harimau sumatera seluas 143 ribu hektare itu sebagai kawasan suaka margasatwa.

Suharyono menjelaskan selanjutnya wisatawan yang mengunjungi Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Baling, yang dikenal dengan keindahan sungai dan hutan hijaunya, bisa mampir ke Desa Aur Kuning untuk membeli rusa dan melepaskannya ke hutan supaya bisa menjadi mangsa harimau.

"Beli rusa bukan buat dimakan, tapi dilepas ke hutan sebagai pengganti pakan harimau," katanya.

SM Bukit Rimbang Baling adalah satu dari delapan kawasan hutan konservasi di Riau yang potensial menjadi destinasi pariwisata berbasis sumber daya alam. Pengembangan wisata di suaka margasatwa itu sejalan dengan upaya Kementerian Lingkungan Hidup menggeser paradigma pemanfaatan hutan ke arah pariwisata.

"Intinya adalah prinsip penyelenggaraan pariwisata alam di kawasan konservasi. Konsep wisata menyesuaikan dengan bentang alam, bukan bentang alam dipaksa menyesuaikan konsep pariwisatanya," kata Suharyono.

BBKSDA Riau berencana menonjolkan kekhasan setiap desa di SM Rimbang Baling guna mendukung pengembangan wisata konservasi. "Seperti di Desa Terusan ada kerajinan perahu, jadi nanti setiap desa punya spesifikasi sendiri, keunggulan wisata sendiri," katanya.

Pemerintah juga menyetujui pembangunan jalan interpretasi di SM Rimbang Baling. Suharyono mengatakan jalur intrepertasi akan dibangun tidak dengan menebang pohon dalam pembuatannya.

Ia menjelaskan jalan itu nantinya bukan jalan beton dan aspal, paving, sehingga air tetap bisa mengalir. Jalan itu akan dibuka dari Desa Tanjung Belit hingga Pangkalan Serai yang merupakan desa paling ujung di hulu yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat.

Jalur interpretasi, ia melanjutkan, juga berfungsi sebagai jalur evakuasi karena selama ini warga sekitar hanya bisa mengandalkan jalur transportasi sungai. Jalur interpretasi rencananya berupa jalan selebar satu meter dengan panjang 38 kilometer yang menghubungkan 12 desa di kawasan itu, dan hanya boleh dilalui kendaraan roda dua.

Suharyono mengatakan sudah ada komitmen masyarakat untuk menjaga agar jalan itu tidak disalahgunakan, dan BBKSDA Riau sudah mengadakan pelatihan untuk pembentukan polisi adat semacam pecalang di Bali. "Jadi polisi adat nanti bukan berarti membawa senjata, yang berlaku nanti hukum adat," ujarnya.

Menurut dia, proyek perencanaan fisik jalur interpretasi itu sudah dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar dan pembangunannya bisa dilakukan menggunakan dana desa. "Jadi itu keinginan masyarakat desa," ujarnya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bingung Cari Tempat Rekreasi Bersama Keluarga, Transera Waterpark Solusinya

KABUPATEN BEKASI - Memasuki libur hari raya, banyak masyarakat yang mencari tempat wisata untuk berkumpul, bersenang-senang, dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Salah sat

Peduli Dengan Lingkungan, Zahira Khairani Kampanyekan Lingkungan Bebas Sampah

JAWA BARAT - Saat berkesempatan mengunjungi objek wisata di Jawa Barat yakni Tangkuban Perahu, Putri Anak Indonesia Lingkung

Pasca Diresmikan, Nikson Minta Kawasan Salib Kasih 'One Stop Tourism'

TAPANULI UTARA - Nikson Nababan diakhir masa jabatannya Desember tahun 2023 sebagai Bupati Tapanuli Utara tidak ingin meninggalkan catatan buruk ataupun proyek mangkrak.

THM Diperbolehkan Buka Pada Malam Tahun Baru

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengatakan bahwa Tempat Hiburan Malam (THM) diperbolehkan beroperasi pada perayaan malam

Liburan Lebaran 2022, Lonjakan Pengunjung Padati Pantai Lumban Bulbul

TOBA - Liburan Hari Raya Idul Fitri 2022 objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Toba, salah satunya Pantai Lumban Bulbul, Balige dipadati wisatawan.

Gubenur Jabar Resmikan Wisata Air Kalimalang Kota Bekasi

BEKASI - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono resmikan wisata air Kalimalang berlokasi di Jalan H