Rentetan kegiatan seni budaya serta pameran yang menampilkan produk kreatif asli Lebak dalam menyambut acara Seba Baduy 2019. PALAPA POS/Istimewa

LEBAK - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimistis tradisi perayaan Seba Baduy menjadikan destinasi wisata mendunia karena memiliki nilai budaya kearifan lokal yang unik.

Sekretaris Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara Kemenpar Mumus Muslim di Lebak, Senin (6/5/2019), mengatakan, selama ini, wisata Seba Baduy termasuk destinasi wisata yang menarik dan unik di Tanah Air.

Tradisi Seba itu di antara komunitas masyarakat Badui Dalam tersebar di Cikawartana, Cibeo dan Cikeusik berjalan kaki hingga ratusan kilometer.

Kemenpar telah menetapkan Seba Badui masuk 100 destinasi wisata kalender nasional. Karena itu, pihaknya yakin ke depan Seba Badui menjadikan wisata mendunia, sehingga dapat mendongkrak kunjungan wisata asing ke Indonesia.

Ia mengatakan perayaan Seba Badui yang sudah digelar di Pendopo Pemkab Lebak, Sabtu (4/5/2019) dan Pemprov Banten, Minggu (5/5/2019) dan dihadiri ribuan warga Badui. Mereka warga Badui turun gunung untuk merayakan tradisi Seba karena kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai titipan leluhur.

Budaya Seba itu untuk menjalin hubungan silatuhrahmi yang baik antara masyarakat Badui dengan pemerintah. Pada Perayaan Seba itu, masyarakat Badui menyerahkan hasil bumi, seperti pisang, beras, gula aren, talas dan palawija kepada pemerintah daerah sebagai rasa syukur atas limpahan Tuhan Yang Maha Kuasa. "Kami menilai Seba Badui menjadikan aset budaya Tanah Air yang perlu dilestarikan," katanya.

Menurut dia, Kemenpera mendorong Bupati Lebak agar mengembangkan dan melestarikan Seba Badui sebagai agenda destinasi wisata tahunan yang bisa mendatangkan wisatawan dunia. Sebab, destinasi wisata tersebut dapat mendatangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga daerah.

Apalagi, kerajinan masyarakat Badui di antaranya kain tenun, tas koja dan aneka sovenir sudah menembus pasar. "Kami yakin Seba Badui dapat mendongkrak kunjungan wisata dunia,bahkan di antaranya terdapat jurnalis Perancis, Italia, Belanda dan Turki," ujarnya.

Sementara itu, Sarim (12) seorang anak menempuh perjalanan kurang lebih sepanjang 180 kilometer dengan berjalan kaki tanpa alas sandal maupun sepatu. Meskipun perjalanan cukup melelahkan, namun dirinya merasa senang karena bisa mengikuti tradisi perayaan Seba. Sarim anak Badui Dalam warga Cibeo, Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Bingung Cari Tempat Rekreasi Bersama Keluarga, Transera Waterpark Solusinya

KABUPATEN BEKASI - Memasuki libur hari raya, banyak masyarakat yang mencari tempat wisata untuk berkumpul, bersenang-senang, dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Salah sat

Peduli Dengan Lingkungan, Zahira Khairani Kampanyekan Lingkungan Bebas Sampah

JAWA BARAT - Saat berkesempatan mengunjungi objek wisata di Jawa Barat yakni Tangkuban Perahu, Putri Anak Indonesia Lingkung

Pasca Diresmikan, Nikson Minta Kawasan Salib Kasih 'One Stop Tourism'

TAPANULI UTARA - Nikson Nababan diakhir masa jabatannya Desember tahun 2023 sebagai Bupati Tapanuli Utara tidak ingin meninggalkan catatan buruk ataupun proyek mangkrak.

THM Diperbolehkan Buka Pada Malam Tahun Baru

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengatakan bahwa Tempat Hiburan Malam (THM) diperbolehkan beroperasi pada perayaan malam

Liburan Lebaran 2022, Lonjakan Pengunjung Padati Pantai Lumban Bulbul

TOBA - Liburan Hari Raya Idul Fitri 2022 objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Toba, salah satunya Pantai Lumban Bulbul, Balige dipadati wisatawan.

Gubenur Jabar Resmikan Wisata Air Kalimalang Kota Bekasi

BEKASI - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono resmikan wisata air Kalimalang berlokasi di Jalan H