Ilustrasi. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap lima terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bekasi pada akhir pekan kemarin, salah satu di antara tewas tertembak karena berusaha melempar bom.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/5/2019), mengatakan pada Sabtu (4/5/2019) pukul 14.34 WIB, terduga teroris SL (34) ditangkap di Babelan, Bekasi.

SL yang sebelumnya juga terlibat dalam bom Thamrin pada 2016 serta kerusuhan di Lapas Mako Brimob pada 2017 disebutnya memiliki kelompok yang terstruktur dan kuat.

Selain SL, pada Sabtu (4/5/2019) pagi juga dilakukan penangkapan terduga teroris AN (20) di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang memiliki keterlibatan menyembunyikan keberadaan SL.

Seorang lagi terduga teroris berinisial MC (28) yang berperan menyembunyikan SL ditangkap di Tegal pada hari yang sama.

Selanjutnya, pada Minggu (5/5/2019), terduga teroris MI (32) yang merupakan anggota Jamaah Ansharuut Daulah (JAD) Jakarta dan mengetahui pembuatan bom TATP (Triaseton Triperoksida) oleh SL pun ditangkap di Bekasi Selatan, Bekasi.

Baca Juga: Polisi Benarkan Penggerebekan Terduga Teroris di Bekasi

Dilakukan juga penangkapan terhadap terduga teroris IF atau Samuel (19) serta T (25) di Jati Asih, Bekasi, yang bersama SL membuat bom TATP serta menyembunyikan keberadaan SL.

IF yang diketahui memiliki kemampuan membuat bom paling mumpuni dalam kelompok itu sedang bersama T saat penangkapan. IF tertangkap dan ditemukan satu bom dari tabung gas, sementara T sempat melarikan diri.

Saat dikejar Densus 88, T mencoba melempar bom ke arah personel sehingga dilakukan tembakan terukur yang membuat bom milik T meledak dan menewaskan pemuda itu. Dari pendalaman diketahui kelompok SL akan melakukan aksi amaliah di Polsek Jati Asih, Bekasi.

Dedi Prasetyo mengatakan penangkapan lima orang di Bekasi dan satu orang di Tegal dari hasil pengembangan panangkapan terhadap terduga teroris RH serta M yang ditangkap di Bitung, Manado, pada Kamis (2/5/2019).

"Yang ditangkap ini ada enam, tetapi sebelumnya dua yang ditangkap di Bitung. Baru delapan, masih ada beberapa orang lagi yang masih dikejar Densus 88," ujar dia. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pasar Tradisional Tarutung Terbakar, Ratusan Kios Dilahap Si Jago Merah

TAPANULI UTARA - Ratusan kios yang berlokasi di pasar tradisional tarutung ludes di lahap sijago merah pukul 21.30 wib pada Minggu (7/4/2024) kemarin.

Gudang Amunisi di Kota Bekasi Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

KOTA BEKASI - Nahas, gudang amunisi Artileri Medan (Armed) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi terbakar dan menimbulkan ledakan cuku

Polda Metro Jaya Geledah Rumah Ketua KPK Firli Bahuri di Bekasi

KOTA BEKASI - Polda Metro Jaya menggeledah rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Villa Galaxy, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ka

Polisi Lakukan Otopsi Pastikan Penyebab Kematian WNA Asal China di Mess PT. NH

TAPANULI UTARA - Untuk memastikan penyebab kematian warga negara asing (WNA) asal China bernama Dong Bo (51) di mess PT NH, Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu, Tapanu

Pemandian Air Soda Tarutung Akan Naik Kelas

TAPANULI UTARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memprioritaskan pengembangan destinasi wisata Air Soda terletak di Desa Parbubu I Kecamatan Tarutung.

Tabrakan Dengan Truk, Mahasiswa Pengendara Sepeda Motor Meninggal

TAPANULI UTARA - Diduga akibat kurang hati-hati saat mengendara sepeda motor, seorang mahasiswa IAKN Tarutung tewas mengenaskan akibat Lakalantas di lokasi kejadian pasca tabr