Ilustrasi. PALAPA POS/Istimewa

MATARAM - Penyidik Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang diberangkatkan ke Suriah, Timur Tengah.

Kasubdit IV Bidang Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati di Mataram, Selasa (7/5/2019) mengatakan, kasus perdagangan orang ini terungkap dari hasil penelusuran keterangan korban yang berasal dari Lombok Timur.

"Setelah tim menelusuri, terungkap peran perekrut asal Lombok Timur dan juga pihak penampungnya yang ada di Jakarta," kata Pujawati dalam rilis kasusnya di Mapolda NTB, Selasa (7/5/2019).

Penanganan kasus perdagangan orang ini merupakan tindak lanjut dari pelimpahan Bareskrim Polri pada bulan Desember 2018. Polda NTB menerima pelimpahan Bareskrim Polri karena korbannya yang berasal dari Lombok Timur.

"Laporan yang kami terima dari Bareskrim Polri ini kita pisahkan dalam tiga laporan TPPO berdasarkan tujuan pemberangkatan. Dalam perkembangannya, masing-masing laporan sudah ada peran tersangka," ujarnya.

Untuk kasus TPPO ke Suriah, peran perekrut telah terungkap pada tanggal 27 April 2019. Kedua perekrut yang berasal dari Lombok Timur berinisial AK dan SJ.

Selanjutnya, hasil pengembangan dari kasus tersebut, penyidik mendapatkan identitas penampung korban yang berada di Jakarta. Penampung berinisial HM diamankan penyidik kepolisian pada tanggal 2 Mei 2019 di Jakarta.

"Jadi, HM ini yang memodalkan AK dan SJ. Untuk perorangnya, mereka menerima upah Rp1,5 juta sampai dengan Rp2 juta dari HM," ucapnya.

Pujawati mengungkapkan hasil penyidikannya yang menyimpulkan bahwa perkara TPPO ke Suriah ini merupakan sebuah jaringan terorganisasi yang bergerak perorangan tanpa memiliki legalitas sebuah perusahaan.

"Jadi, untuk jaringan mereka dari Jakarta ke Batam dan Malaysia sampai ke Suriah itu sampai saat ini kami hanya mendapatkan sebatas nama-nama saja, sulit untuk mengungkap jaringan mereka tanpa adanya kerja sama, kolaborasi dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Oleh karena itu, Polda NTB sangat mendukung sekali terkait dengan adanya rencana pembentukan satuan tugas khusus (satgasus) TPPO yang dicanangkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB tersebut.

Pujawati merilis kasus perdagangan orang ini dengan didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Muhammad Agus Patria dan Kepala BP3TKI Mataram Yohanes A Selan. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pasar Tradisional Tarutung Terbakar, Ratusan Kios Dilahap Si Jago Merah

TAPANULI UTARA - Ratusan kios yang berlokasi di pasar tradisional tarutung ludes di lahap sijago merah pukul 21.30 wib pada Minggu (7/4/2024) kemarin.

Gudang Amunisi di Kota Bekasi Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

KOTA BEKASI - Nahas, gudang amunisi Artileri Medan (Armed) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi terbakar dan menimbulkan ledakan cuku

Polda Metro Jaya Geledah Rumah Ketua KPK Firli Bahuri di Bekasi

KOTA BEKASI - Polda Metro Jaya menggeledah rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Villa Galaxy, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ka

Polisi Lakukan Otopsi Pastikan Penyebab Kematian WNA Asal China di Mess PT. NH

TAPANULI UTARA - Untuk memastikan penyebab kematian warga negara asing (WNA) asal China bernama Dong Bo (51) di mess PT NH, Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu, Tapanu

Pemandian Air Soda Tarutung Akan Naik Kelas

TAPANULI UTARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memprioritaskan pengembangan destinasi wisata Air Soda terletak di Desa Parbubu I Kecamatan Tarutung.

Tabrakan Dengan Truk, Mahasiswa Pengendara Sepeda Motor Meninggal

TAPANULI UTARA - Diduga akibat kurang hati-hati saat mengendara sepeda motor, seorang mahasiswa IAKN Tarutung tewas mengenaskan akibat Lakalantas di lokasi kejadian pasca tabr