Ilustrasi. PALAPA POS/Istimewa

BEKASI - Limbah makanan masih mendominasi jenis sampah yang ada di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat dengan persentase mencapai 39 persen dari keseluruhan limbah padat kota yang masuk per hari.

"Sampah tersebut diperoleh dari total 7.864 ton sampah yang masuk per hari saat Ramadan," kata Admin Kepegawaian TPST Bantar Gebang, Arok, di Bekasi, Selasa (7/5/2019).

Selain limbah makanan, sampah plastik juga mendominasi jenis sampah dengan persentase mencapai 33 persen.

Sampah lainnya adalah limbah tekstil sembilan persen, limbah berbahaya empat persen, kayu dan rumput empat persen, kertas empat persen, karet/kulit tiga persen, limbah hewan peliharaan dua persen, dan sampah lainnya dua persen.

Arok menjelaskan keseluruhan sampah tersebut diangkut oleh sekitar 1.200 truk sampah yang keluar masuk TPST Bantar Gebang per harinya. "Jumlah truk itu meningkat dari tahun ke tahun, karena volume sampah terus naik," kata dia.

Secara umum, dia menyebutkan pada 2013 rata-rata muatan truk harian hanya 778 unit per hari. Kemudian meningkat menjadi 835 unit per hari pada 2014, 960 unit per hari pada 2015, 1.058 unit per hari pada 2016, dan 1.213 unit per hari pada 2017. "Hingga 2019, angka muatan truk per hari masih pada rata-rata 1.213 unit," kata dia.

TPST Bantar Gebang menyediakan fasilitas pencucian truk sampah secara gratis, sehingga mengurangi bau tidak sedap dirasakan masyarakat setempat. Pencucian yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Januari 2019 tersebut beroperasi 24 jam per hari dengan 35 petugas.

Dengan adanya fasilitas tersebut, truk dicuci secara berkala, yakni 16 unit truk sampah untuk sekali pencucian dengan waktu sekitar 3-5 menit untuk satu unit truk.

"Hal ini diterapkan untuk menekan bau yang menempel pada truk sampah, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata dia.

Menurut dia, sebelum adanya fasilitas pencucian truk sampah itu, terdapat tiga kelurahan yang terdampak bau sampah yakni Kelurahan Sumur Batu, Kelurahan Ciketing Udik dan Kelurahan Cikiwul. Namun, saat ini bau sampah dari TPST Bantar Gebang sudah dapat ditekan, termasuk dengan dimulai pemulihan pada bekas pembuangan sampah. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.