Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat menyampaikan paparan Call Centre 112 di Batam yang diselenggarakan Kemenkominfo. PALAPAPOS/Ronald Pasaribu

TEBINGTINGGI - Sejak diluncurkan pada Juli 2018 lalu, layanan Call Center 112 di Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi telah menerima sebanyak 6.100 panggilan pengaduan, dan setelah diverifikasi terkait kondisi kedaruratannya, sebanyak 62 panggilan dinyatakan valid, diantaranya masalah kesehatan, keamanan, kecelakaan dan bencana alam.

Hal ini turut diungkap Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan saat menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Kebijakan Penyelenggaraan Layanan Panggilan 112 secara Mandiri yang diadakan Dirjen Penyelenggaraan Pos Informatika Kemkominfo RI di Batam pada Kamis (16/5/2019) lalu.

Demikian disampaikan Kabag Humas PP H Abdul Halim Purba yang juga turut mendampingi Wali Kota bersama Kadis Kominfo Dedi P Siagian, Senin (20/5/2019).

Dikatakan Halim, layanan Tebing Tinggi Siaga 112 adalah bentuk layanan publik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. "Layanan Call Centre 112 merupakan usaha Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam mengatasi permasalahan kota yang bersifat darurat, supaya cepat dan responsif dalam penanganan kejadian dan meminimalisir jatuhnya korban,” terang Halim.

Tebing Tinggi Siaga 112 tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis bahkan tanpa SIM Card sekalipun, “Hal ini bertujuan supaya mempermudah masyarakat di dalam melakukan pengaduan kondisi kegawat daruratan yang sedang terjadi," ujarnya. 

Dikatakan Halim, bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika mengapresiasi keseriusan dan juga komitmen Wali Kota Tebing Tinggi beserta seluruh jajarannya didalam penggunaan dan pemanfaatan Call Center 112 ini.

Untuk itu, sambungnya, Kota Tebing Tinggi kedepan bisa menjadi rujukan ataupun percontohan penerapan layanan Call Center 112, dimana Kemenkominfo RI menargetkan 110 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sudah menerapkan Layanan Call Center 112 ini. 

Sementara itu, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian berharap, agar kiranya masyarakat Kota Tebing Tinggi lebih bijak didalam menggunakan layanan call center 112 tersebut.

Dimana jika dilihat dari jumlah banyaknya panggilan yang masuk, hanya sekitar 2,5 persen panggilan yang benar-benar valid dan perlu untuk ditindaklanjuti, sedangkan selebihnya adalah panggilan iseng dan main-main saja. 

"Jangan nanti karena keisengan kita, masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan dari layanan call center 112 ini menjadi tidak tertangani karena ulah iseng kita," cetusnya. (nal)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pj Bupati Taput Bebaskan Sementara Indra Simaremare dari Jabatan Sekda, BKN Sebut Tidak Sesuai Prose

TARUTUNG - Penjabat (Pj) Bupati Tapanuli Utara (Taput) bertindak tidak sesuai aturan dalam membuat keputusan pembebasan sementara Indra Simaremare dari tugas jabatannya sebaga

Ketua LADN Taput Desak Polisi Ungkap Penyebar Foto Porno Bermotif Menjatuhkan Nama Satika Simamora

TARUTUNG - Beredar selebaran foto - foto porno di Kecamatan Sipahutar dan mungkin didesa lainnya, yang disebarkan orang-orang tidak bertanggungjawab yang diduga bermotif untuk

Viral Kapolsek Pahae Jae Diduga Bahas Pemenangan Cabup Taput, Polda Sumut Tegaskan Polri Harus Netra

MEDAN - Juru bicara Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi dengan tegas menyatakan bahwa Polri netral di dalam Pilkada serentak 2024.

Viral...Kapolsek Dan Danramil Pahae Jae, DPRD Terpilih, Kades Bertemu Bahas Pemenangan Cabup Taput

TARUTUNG - Viral di media sosial melalui postingan sejumlah akun facebook yang menyebutkan oknum Kapolsek Pahae Jae, Danramil Pahae Jae bersama dengan  DPRD Terpilih dari

Resmi Dilantik, 700 Orang Tim Pemenangan dan Relawan se-Kecamatan Muara Siap Menangkan Satika -Sarla

MUARA - Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Satika Simamora -Sarlandy Hutabarat pada perhelatan Pilkada Taput 2024 semakin mantap meraih keme

Warga Purbatua Ingin Satika Simamora -Sarlandy Hutabarat Lanjutkan Pembangunan Mantan Bupati Nikson

PURBATUA - Warga masyarakat di Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), menginginkan program-program pembangunan pada masa pemerintahan mantan Bupati Taput Nikson