Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mendapat masukan dari Bank Dunia terkait perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia untuk lima tahun ke depan.

"Baru saja tadi Presiden didampingi beberapa menteri menerima delegasi Bank Dunia yang berkantor di Jakarta untuk mendengarkan masukan terutama dari Bank Dunia mengenai bagaimana sebaiknya ekonomi Indonesia dikelola lima tahun ke depan, sebagai bahan masukan terutama di kami di RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) dan masukan untuk pemerintah secara umum," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Bambang Brodjonegoro mendampingi Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution bertemu dengan Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo A Chaves dan rombongan.

"Targetnya tentunya pada tahun 2030, Indonesia sudah bisa lebih memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya," tambah Bambang.

Menurut Bambang, setidaknya ada lima butir pembicaraan penting yang dibahas. "Pertama adalah harus ada penekanan mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya dengan fokus di bidang pendidikan baik pendidikan dasar maupun pendidikan vokasi," ungkap Bambang.

Saran kedua adalah membangun infrastruktur karena nilai infrastruktur Indonesia per kapita jauh tertinggal dibanding negara-negara lain yang tergolong "emerging market".

"Jadi Indonesia dibanding negara berkembang lain masih perlu membangun infrastruktur, terutama yang terkait dengan konektivitas dan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi maupun listrik," tambah Bambang.

Butir ketiga adalah Bank Dunia menyarankan agar pemerintah menjaga keseimbangan sumber daya alam.

"Dalam pengertian sumber daya alam harus bisa dimanfaatkan tapi saat yang sama juga harus bisa menjaga kesinambungannya dari sisi 'sustainabilitynya' (keberlanjutan)," ungkap Bambang.

Butir keempat, Bank Dunia menyarankan dari segi perpajakan agar pemerintah bisa meningkatkan penerimaan pajak.

"Tetapi dari segi pengeluaran bisa melakukan 'budget spending' atau pengeluaran anggaran yang lebih tepat sasaran dan lebih efisien.

Kelima untuk investasi, Indonesia diniali perlu mendorong investasi yang lebih berorientasi kepada ekspor.

"Kemudian investasi yang bisa mendorong Indonesia masuk ke dalam rantai perdagangan global dan satu lagi Indonesia harus lebih aktif meningkatkan 'foreign direct investment' (FDI) karena ternyata FDI kita kalah jauh dibandingkan Vietnam misalkan untuk sesama negara Asia Tenggara," tambah Bambang.

Saran-saran tersebut, menurut Bambang, akan dipertimbangkan dalam penyusunan RPJMN 2020-2024 di Bappenas. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Perseroda Akui Setor Deviden Tahun 2022 Sebesar 300 Juta

KOTA BEKASI - PT. Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) hari ini, Kamis (6/4/2023) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas kinerja Tahun Anggaran 2022 dihadiri oleh Plt. Wa

Era Transaksi Digital, Satika Minta Pelaku UMKM Taput Jaga Branding

TAPANULI UTARA - PT Bank Sumut Cabang Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menggelar sosialisasi produk perbankan dan sekaligus menyerahan Quick Response Code Indonesia

Electrolux Showroom dan Service Center Hadir di Kota Bekasi

BEKASI - Memberikan kenyamanan kepada konsumen, Electrolux Showroom dan Service Center hadir di Kota Bekasi.  Dipastika kehadirannya untuk konsumen setelah diresmikan kan

Harga Minyak Goreng Belum Stabil, Wakil Gubernur Jawa Barat Sidak Di Kota Bekasi

BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), UU Ruzhanul Ulum lakukan Inspeksi mendadak (Sidak) pasar di Kota Bekasi memantau harga minyak goreng yang belum lama mencapai Rp 20

Mampu Pulihkan Ekonomi, Bupati Taput Dapat Penghargaan dari BI

TAPANULI UTARA - Dinilai mampu mengatasi keterpurukan dan mampu memulihkan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19, Bupati Taput Nikson Nababan mendapat penghargaan program Klaster K

Bank Dunia Suntik Indonesia Rp5,6 Triliun

JAKARTA - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp5,6 triliun untuk mengatasi kerentanan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19.