Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. PALAPA POS/Istimewa

MAGELANG - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan tantangan tugas TNI di masa mendatang akan semakin kompleks.

"Kita tidak hanya konsentrasi pada ancaman yang sifatnya konvensional, perang terbuka memang dapat terjadi, namun perang terbuka semakin dihindari karena menguras tenaga dan makan korban yang sangat besar," katanya, di Magelang, Kamis (11/7/2019).

Ia menyampaikan hal tersebut pada prasetya perwira prajurit karier TNI tahun anggaran 2019, di Lapangan Sapta Marga Akmil Magelang yang diikuti 169 PK terdiri atas matra darat 81 orang, matra laut 40 orang, dan matra udara 48 orang.

Dia menuturkan dewasa ini perang nonkonvensional, ancaman cyber, ancaman kesenjangan semua itu dipengaruhi kemajuan teknologi yang semakin pesat terlebih dengan perkembangan kecerdasan buatan yang dapat mempercepat pencapaian teknologi-teknologi terbaru masa depan.

Ia mengatakan bila sebelumnya antara Revolusi Industri terdapat jeda waktu hampir 100 tahun, loncatan Revolusi Industri 4.0 menuju Revolusi Industri Kelima dapat terjadi dalam waktu yang jauh lebih singkat.

"Perubahan ini tentu berpengaruh terhadap dunia kemiliteran, teknik serta strategi peperangan akan turut berevolusi. Serangan cyber akan menjadi serangan pendahuluan sebelum senjata genetik digunakan, demikian juga dengan penerapan teknologi nano nantinya, revolusi dalam dunia kemiliteran tersebut harus menjadi perhatian kita semua, TNI tentu saja harus dapat beradaptasi dan meraih keunggulan teknologi," katanya.

Dia mengatakan langkah tersebut memang merupakan langkah yang cukup ambisius, namun TNI tidak memiliki pilihan selain menguasainya. Perubahan situasi global menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi dari seluruh organisasi termasuk TNI.

Di samping itu, katanya Indonesia juga harus senantiasa mewaspadai bencana alam, letak geografis dan geologis mengharuskan kesiapan dan kesiagaan yang tinggi dalam mengantisipasi adanya bencana alam, artinya kemampuan penanggulangan bencana adalah sebuah keharusan bagi TNI.

Marsekal Hadi menyampaikan satu hal lagi yang harus diwaspadai adalah ancaman kesenjangan, dengan kemajuan teknologi, perubahan iklim serta perubahan struktur ekonomi, persaingan usaha dan sosial kemasyarakatan, adanya kesenjangan di tengah-tengah masyarakat Indonesia harus dapat ditekan.

"Bila kesenjangan semakin hebat, selain bertolak belakang dengan cita-cita nasional, kondisi ini juga rawan bagi stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Ia mengatakan itulah sekelumit tantangan yang harus dihadapi, tantangan yang akan para perwira temui saat terjun di satuan-satuan dan di tengah-tengah masyarakat.

"Sebagai perwira memiliki tanggung jawab yang cukup berat tetapi mulia. Sebagai perwira dituntut tidak hanya memperhatikan anak buah, keluarganya, serta satuan tetapi juga masyarakat yang ada di sekeliling para perwira nantinya," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat