Ilustrasi. PALAP POS/Istimewa

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total rumah rusak akibat gempa Banten dengan magnitudo 6,9 pada Jumat (2/8) malam, berjumlah 223 unit dengan rincian 13 rusak berat, 32 rusak sedang dan sisanya rusak ringan.

"Kerusakan rumah di Provinsi Jawa Barat berjumlah 13 unit rusak berat, 30 rusak sedang, 62 rusak ringan," kata Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Kerusakan tersebut tersebar kabupaten/kota berikut ini, Kota Bogor satu unit rusak ringan, Kabupaten Cianjur enam rusak berat, dua rusak sedang, 13 rusak ringan, Kabupaten Sukabumi enam rusak berat, 22 rusak sedang, 43 rusak ringan, Kabupaten Bandung dua rusak sedang, Kabupaten Bandung Barat satu rusak berat, satu rusak sedang, empat rusak ringan dan Kabupaten Garut tiga rusak sedang dan satu rusak ringan.

Sedangkan kerusakan di Provinsi Banten, rumah rusak dengan kategori berbeda tersebar di Kabupaten Lebak empat rusak berat, 29 rusak ringan, Kabupaten Pandeglang 81 rusak ringan, Kabupaten Serang satu rusak sedang, tiga rusak ringan dan Kota Cilegon tiga rusak ringan. Total kerusakan rumah di provinsi ini yaitu empat rusak berat, dua rusak sedang dan 116 rusak ringan. "Kerusakan banyak terjadi karena struktur bangunan yang tidak standar," kata dia.

Baca Juga: Gempa Banten Terasa Hingga ke Bandung

Sementara itu kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti tempat ibadah, kantor dan fasilitas pendidikan. Kerusakan di Kabupaten Pandeglang mencakup satu masjid dan satu kantor desa, Kabupaten Cilegon satu masjid, Kabupaten Sukabumi satu masjid, satu majelis Ta’lim dan satu pondok pesantren.

Kerusakan fasilitas lain terdapat di Serang yaitu satu pondok pesantren, dan satu bangunan tempat penggilingan padi. Pascagempa, BNPB segera mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak seperti Lampung Selatan, Pandeglang, Serang, Lebak, dan Sukabumi.

TRC membantu pemerintah daerah untuk melakukan kaji cepat dan pendampingan terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Saat ini BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, TNI, Polri dan relawan bersinergi di lapangan untuk penanganan darurat bencana.

Berdasarkan pantauan TRC, situasi dan aktivitas warga normal. Di sisi lain, BPBD dibantu instansi terkait melakukan pemantauan ulang di daerah pedalaman. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat