Ramsion Barutu saat menunjukkan surat tanahnya, dan dia sudah siap melakukan perlawanan dengan Pihak Bandara Sibisa, sekaligus akan memasang plang atau spanduk kembali terkait larangan membangun diatas tanahnya tersebut. PALAPAPOS/Jes Sihotang

TOBASA - Sudah berulangkali Ramsion Barutu (58) mengajak koordinasi sekaligus mencari solusi terkait ganti rugi tanah yang kini bakal ditraktor penanggung jawab proyek Bandara Sibisa di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa. Barutu dkk sudah siap membawa kasus penyerobotan lahannya itu ke ranah hukum, tentu melalui jalur Polres Tobasa.

"Lahan yang bakal ditraktor mereka itu sekitar 40x45 meter, untuk perpanjangan landasan pacu pesawat, serta revitalisasi pembangunan Bandara Sibisa, tetapi mengapa dalam pembangunan ini kami dirugikan dan tidak mau memberikan uang pengganti lahan kami itu. Berkas saya cukup jelas dan tanah ini, sudah Bupati Tobasa melalui Kadishub Tobasa P  Sianipar justru menyarankan kita untuk membuat laporan ke polisi terkat kasus itu, dan kami sudah siap melaporkannya, dan hari ini kami koordinasi dulu bersama warga korban penyerobotan lahan lainnya," ujar Ramsion Barutu, Senin (5/8/2019).

Lebih lanjut, ia menuturkan, berdasarkan pengakuan pihak Bandara Sibisa, tanah itu sudah menjadi milik Bandara sejak tahun 1975, tetapi karena mau dibangun dan diperpanjang, sekitar pertengahan tahun 2018 tanah itu disertifikatkan lewat Camat Ajibata Tigor Sirait dan Kepala Desa Pardamean Sibisa Kertina Situmeang.

"Saya ragu dengan batas-batas tanah yang mereka buat, sebab sampai saat ini fotocopy sertifikat yang dibuat mereka itu sulit kami dapatkan baik melalui Kadishub Tobasa maupun dari aparat kecamatan Ajibata. Apa maksud mereka? Dan mengapa saat pengukuran pembuatan sertifikat tanah itu kami tidak diundang sebagai batas-batas dan mengapa dipalsukan perbatasan itu dari peta awal," tegasnya.

Ditambahkannya, jika bandara ini berbatasan dengan jalan, seharusnya rumah dan kawasan bandara ini bukan menjadi milik perorangan oknum semata, tetapi murni menjadi area bandara.

"Tapi kini lihat sajalah, ada rumah dan bangunan lainnya disini, mengapa bisa, jangan-jangan ada permainan dibalik kasus tanah saya ini," ujar Barutu didampingi R Sirait di Ajibata. (jes)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pj Bupati Taput Bebaskan Sementara Indra Simaremare dari Jabatan Sekda, BKN Sebut Tidak Sesuai Prose

TARUTUNG - Penjabat (Pj) Bupati Tapanuli Utara (Taput) bertindak tidak sesuai aturan dalam membuat keputusan pembebasan sementara Indra Simaremare dari tugas jabatannya sebaga

Ketua LADN Taput Desak Polisi Ungkap Penyebar Foto Porno Bermotif Menjatuhkan Nama Satika Simamora

TARUTUNG - Beredar selebaran foto - foto porno di Kecamatan Sipahutar dan mungkin didesa lainnya, yang disebarkan orang-orang tidak bertanggungjawab yang diduga bermotif untuk

Viral Kapolsek Pahae Jae Diduga Bahas Pemenangan Cabup Taput, Polda Sumut Tegaskan Polri Harus Netra

MEDAN - Juru bicara Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi dengan tegas menyatakan bahwa Polri netral di dalam Pilkada serentak 2024.

Viral...Kapolsek Dan Danramil Pahae Jae, DPRD Terpilih, Kades Bertemu Bahas Pemenangan Cabup Taput

TARUTUNG - Viral di media sosial melalui postingan sejumlah akun facebook yang menyebutkan oknum Kapolsek Pahae Jae, Danramil Pahae Jae bersama dengan  DPRD Terpilih dari

Resmi Dilantik, 700 Orang Tim Pemenangan dan Relawan se-Kecamatan Muara Siap Menangkan Satika -Sarla

MUARA - Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Satika Simamora -Sarlandy Hutabarat pada perhelatan Pilkada Taput 2024 semakin mantap meraih keme

Warga Purbatua Ingin Satika Simamora -Sarlandy Hutabarat Lanjutkan Pembangunan Mantan Bupati Nikson

PURBATUA - Warga masyarakat di Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), menginginkan program-program pembangunan pada masa pemerintahan mantan Bupati Taput Nikson