Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan Partai Golkar untuk perkara sengketa hasil Pileg 2019 daerah pemilihan Jawa Barat, sebagaimana amar putusan Mahkamah yang diucapkan Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman di Gedung MK Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Permohonan Golkar tersebut meliputi Dapil Jabar 1, Dapil Jabar 10, Dapil Jabar 11, Dapil Kota Bekasi 6, Dapil Kota Bekasi 2.

"Amar putusan menyatakan pada pokok permohonan sepanjang Dapil Jabar 1, Dapil Jabar 10, Dapil Kota Bekasi 6 ditarik permohonannya. Menyatakan permohonan sepanjang Dapil Jabar 11 tidak dapat diterima. Menyatakan menolak permohonan pemohon sepanjang berkenaan dengan Dapil Kota Bekasi 2 untuk seluruhnya," kata Anwar ketika membacakan amar putusan Mahkamah.

Khusus untuk permohonan Dapil Jabar 11, pemohon melakukan renvoi substansial sehingga Mahkamah menyatakan permohonan tidak jelas dan kabur.

Mahkamah hanya mempertimbangkan dalil permohonan Calon Anggota DPRD untuk Dapil Bekasi 2, meskipun kemudian menolak permohonan tersebut.

Sebelumnya pemohon mendalilkan perolehan suara pemohon di dua TPS Kelurahan Perwira, dua TPS Kelurahan Teluk Pucung, dua TPS Kelurahan Marga Mulya, delapan TPS Kelurahan Harapan Jaya, lima TPS Kali Abang Tengah.

Atas dalil pemohon tersebut, Mahkamah mencermati dan menemukan fakta bahwa penyelenggara pemilu telah melakukan koreksi terhadap perolehan suara dari C1 ke DAA1, untuk Kelurahan Harapan Jaya, Kelurahan Kali Abang Tengah dan Kelurahan Teluk Pucung.

"Koreksi tersebut karena ada rekomendasi Bawaslu Bekasi. Terhadap rekomendasi tersebut, termohon (KPU) melakukan penyandingan data di tiga kelurahan tersebut pada 10 Mei 2019 yang dihadiri KPU Kota Bekasi, Bawaslu Kota Bekasi dan Saksi Golkar," ujar Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna ketika membacakan pertimbangan Mahkamah.

Berdasarkan hasil koreksi tersebut, kemudian didapatkan hasil perolehan suara untuk masing-masing Calon Anggota DPRD. Oleh sebab itu, dalil permohonan pemohon sepanjang daerah pemilihan Bekasi 2, dinyatakan Mahkamah tidak beralasan menurut hukum dan Mahkamah menolak permohonan tersebut. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pasar Tradisional Tarutung Terbakar, Ratusan Kios Dilahap Si Jago Merah

TAPANULI UTARA - Ratusan kios yang berlokasi di pasar tradisional tarutung ludes di lahap sijago merah pukul 21.30 wib pada Minggu (7/4/2024) kemarin.

Gudang Amunisi di Kota Bekasi Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

KOTA BEKASI - Nahas, gudang amunisi Artileri Medan (Armed) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi terbakar dan menimbulkan ledakan cuku

Polda Metro Jaya Geledah Rumah Ketua KPK Firli Bahuri di Bekasi

KOTA BEKASI - Polda Metro Jaya menggeledah rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Villa Galaxy, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ka

Polisi Lakukan Otopsi Pastikan Penyebab Kematian WNA Asal China di Mess PT. NH

TAPANULI UTARA - Untuk memastikan penyebab kematian warga negara asing (WNA) asal China bernama Dong Bo (51) di mess PT NH, Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu, Tapanu

Pemandian Air Soda Tarutung Akan Naik Kelas

TAPANULI UTARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memprioritaskan pengembangan destinasi wisata Air Soda terletak di Desa Parbubu I Kecamatan Tarutung.

Tabrakan Dengan Truk, Mahasiswa Pengendara Sepeda Motor Meninggal

TAPANULI UTARA - Diduga akibat kurang hati-hati saat mengendara sepeda motor, seorang mahasiswa IAKN Tarutung tewas mengenaskan akibat Lakalantas di lokasi kejadian pasca tabr