Capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Antam Novambar usai menjalani tes wawancara dan uji publik di Gedung 3 Lantai 1, Setneg, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019). PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Calon pimpinan KPK dari unsur Polri Irjen Antam Novambar mengaku tetap ingin menaiki vespa bila terpilih sebagai komisoner KPK 2019-2023.

"Kalau lolos (sebagai calon pimpinan) tetap naik vespa," kata Antam sambil menaiki vespa biru telur asin dengan pelat nomor B-4178-SFX yang terparkir di depan gedung Sekretariat Negara (Setneg) Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Antam hari ini selesai menjalani uji publik seleksi capim KPK 2019-2023 pada 27-29 Agustus 2019. Uji publik itu diikuti 20 capim sehingga per hari, pansel KPK melakukan wawancara terhadap 7 orang capim yang dilakukan bergantian selama satu jam.

"Dari kelas 1 SMA saya sudah 'vespaan', jago bongkar mesin saya," tambah Antam singkat sembari memasang helm.

Ia lalu melaju dengan membonceng salah satu anak buahnya. Dalam uji publik tersebut, Antam juga sempat menyampaikan teori pencegahan yang ingin ia terapkan.

"Saya punya teori pencegahan, misalnya, jika ada lelang kementerian/lembaga wajib melaporkan tentang pelaksanaan peserta apa saja yang dilelang setelah itu wajib melaporkan siapa pemenang, apa jenis barangnya kementerian/lembaga wajib melaporkan cara pembayaran dan lainnya, kita tempel ketat sehingga orang niat korupsi takut, kedua jangan sampai tindakan KPK kontradiktif," tambah Antam.

Baca Juga: Ditanya Keberanian Menindak Senior Di Polri, Antam Novambar: Hajar

Pencegahan itu juga tetap dilakukan bersama dengan Polri. "Kami akan bekerja sama, saya tidak ada konflik dengan Polri saat ini. Hubungan saya dengan adik-adik baik untuk memberantas korupsi di Indonesia," ungkap Antam.

Panelis dalam uji publik tersebut terdiri atas pansel yaitu Yenti Garnasih, Indriyanto Senoadji, Harkristuti Harkrisnowo, Marcus Priyo Gunarto, Diani Sadia Wati, Mualimin Abdi, Hendardi, Hamdi Moeloek dan Al Araf. Pansel juga mengundang dua panelis yaitu sosiolog hukum Meutia Ghani-Rochman dan pengacara Luhut Pangaribuan.

Panitia seleksi (pansel) capim KPK pada Jumat (23/8/2019) mengumumkan 20 orang yang lolos lolos seleksi profile assesment. Mereka terdiri atas akademisi/dosen (3 orang), advokat (1 orang), pegawai BUMN (1 orang), jaksa (3 orang), pensiunan jaksa (1 orang), hakim (1 orang), anggota Polri (4 orang), auditor (1 orang), komisioner/pegawai KPK (2 orang), PNS (2 orang) dan penasihat menteri (1 orang). (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat