Ilustrasi. PALAPA POS/Istimewa

BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi menilai keuangan Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sanggup untuk membayarkan dana insentif RT, RW dan Kader Posyandu yang saat ini menjadi polemik yang berujung kepada mosi tidak percaya terhadap Wali Kota Bekasi.

Padahal, keuangan daerah tidak dalam kondisi sekarat, sehingga tidak ada alasan untuk menahan dana insentif hingga enam bulan lamanya.

Selain para penerima dana insentif (Ketua RT, RW dan Kader Posyandu), para politisi Kali Malang juga menyesalkan tidak dikeluarkannya alokasi anggaran tersebut. Padahal dalam Rapat Paripurna yang berlangsung pada 10 Agustus 2019 lalu, DPRD menolak usulan Pemerintah Kota Bekasi untuk memangkas dana insentif yang semula sebanyak 12 bulan menjadi 5 bulan.

"Wali Kota mengusulkan kebijakan pemangkasan insentif Ketua RT/RW, kader Posyandu/PKK, Imam Mesjid/Marbot hanya 5 bulan untuk APBD-Perubahan 2019, dan tidak disetujui DPRD," kata anggota DPRD Kota Bekasi asal Fraksi PKS, Choiruman J Saputro kepada PALAPOS POS, Kamis (29/8/2019) malam.

"DPRD sudah meminta Wali Kota untuk kembali kepada komitmen pemberian insentif tersebut tetap sama dengan APBD Murni 2019, yaitu 12 bulan," kata Choiruman menerangkan bahwa pada Paripurna terakhir masa jabatan DPRD di malam takbiran saat Idul Adha diputuskan APBD-Perubahan 2019 tanpa quorum, yaitu Wali Kota dengan hanya 18 Anggota DPRD, dimana insentif tersebut menjadi hanya 5 bulan.

"Kita dari fraksi PKS tidak hadir saat itu," ungkap Choiruman.

Baca Juga: Dana Insentif Mandek, RT dan RW di Kota Bekasi Geram

Politisi yang digadang menjadi Ketua DPRD Kota Bekasi Periode 2019-2024 definitif ini menguraikan bahwa APBD Kota Bekasi mengalami Bleeding (pendarahan), akibat kesalahan dalam mengelola kebijakan sektor kesehatan.

"Bila tidak ada perubahan (Wali Kota tidak mau memperbaiki) sumber masalahnya, maka akan semakin memburuk," kata Choiruman.

Namun begitu, ia menilai situasi keuangan daerah tidak terbebani apabila dana insentif tersebut dikeluarkan. "Karena tidak ada badai, angin topan maupun bencana alam, krisis ekonomi apapun, dan bahkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi Kota Bekasi di atas rata-rata (termasuk tertinggi) di Jawa Barat, sehingga tidak seharusnya sampai memangkas insentif ini," sesal Choiruman.

Dia juga meminta penjelasan atas janji Wali Kota Bekasi semasa kampanye pada Pilkada 2018 lalu yang menyatakan bakal menaikan insentif bagi RT, RW dan lainnya.

"Karena dalam jejak digital diketahui janji Wali Kota dalam insentif ini bahkan targetnya hingga Rp 3 juta per bulan. Hal ini yang harus dijelaskan. Jika diperlukan dan menjadi prioritas maka akan dipilih cara lain untuk memangkas anggaran belanja selain insentif ini," imbuhnya. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.